Tuesday, 18 December 2018

Alhamdulillah, Ongkos Haji 2016 Turun

Sabtu, 30 April 2016 — 19:55 WIB
Haji Indonesia di Mekkah

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah, yang diwakili Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR, menetapkan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) atau ongkos haji untuk musim haji tahun ini sebesar Rp34,6 juta atau setara dengan 2.585 dolar Amerika Serikat (AS). Ini berarti ongkos haji 2016 turun.

Demikian dikatakan Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VIII DPR kepada PoskotaNews.Com, Sabtu (30/4/2016). “Tahun lalu, BPIH besarnya 2.717 dolar AS,” kata Saleh Daulay.

Menurutnya, BPIH sebesar Rp34,6 juta atau senilai 2.585 dolar AS dengan asumsi nilai tukar satu dolar sama dengan Rp13.400. “Jadi rata rata direct cost BPIH 2016 dalam dolar turun sebesar 132 dolas AS,” kata dia.

Besaran BPIH tahun ini, sambungnya, turun sebesar 132 dolar AS. Dengan demikian, penurunan BPIH pada masa periode ini telah mencapai 684 dolar AS karena Tahun 2015 juga telah diturunkan sebesar 502 dolar AS.

Saleh Daulay mengatakan kesepakatan penetapan BPIH ini disahkan setelah rapat antara Panja BPIH dengan Kementerian Agama yang berakhir Jumat dinihari. “Kemarin malam , rapat panja BPIH dengan pemerintah ditutup pada pukul 3.30 dini hari,” terang Saleh Daulay.

Ia menilai hal itu adalah bentuk kesungguhan dan komitmen DPR dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji sekaligus penurunan beban jamaah haji Indonesia. Penurunan BPIH ini tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan baru dalam pembahasan BPIH tahun ini.

Salah satu kebijakan tersebut, kata Saleh Daulay, yang dinilai berdampak besar adalah pembayaran seluruh kebutuhan jamaah hanya dibayar dalam mata uang rupiah dan riyal. Sementara tahun lalu, pembiayaan masih didominasi mata uang dollar. Akibatnya, fluktuasi nilai dollar seringkali merugikan jamaah haji.

“Sebagai contoh, tahun lalu kita harus mengalokasikan dana safeguarding dengan yang mencapai rupiah sebesar 100 miliar. Sekarang, safeguarding turun drastis menjadi hanya 40 milliar. Itu pun sudah termasuk perlindungan rupiah atas fluktuasi nilai riyal dan antisipasi force major”.

Selain itu, kata dia, ada sejumlah efisiensi yang dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun lalu, seperti penurunan pagu biaya pemondokan di Mekkah. Efisiensi pemondokan sebesar Rp40 milliar tahun lalu di Mekkah dapat digunakan untuk menghemat pembiayaan. Selain itu masih ada beberapa komponen lain yang secara signifikan dapat meringankan beban jamaah dalam melunasi BPIH.

Ia menambahkan walaupun terjadi penurunan BPIH, namun ada beberapa pelayanan haji yang akan ditingkatkan. Di antaranya, makan di Mekkah yang ditanggung menjadi dua kali per hari, sebelumnya hanya sehari. Selain itu, peningkatan kualitas bus antar kota, yakni Makkah, Madinah dan Jeddah. (johara/yp)