Thursday, 23 November 2017

Jokowi Memulai Pembangunan Pasar Budaya Mama-Mama Papua

Sabtu, 30 April 2016 — 10:52 WIB
Presiden Jokowi saat meresmikan pembangunan Pasar  Budaya Mama-Mama Papua di Jayapura, Sabtu (30/4). (Ist)

Presiden Jokowi saat meresmikan pembangunan Pasar Budaya Mama-Mama Papua di Jayapura, Sabtu (30/4). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi mengunjungi Papua untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda mulainya pembangunan PasarĀ  Budaya Mama-Mama-Mama Papua di Jayapura, Sabtu (30/4).

Sebelumnya Jokowi pada hari Jumat (29/4) meresmikanĀ  Pasar Tradisional Amahami di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kunjungannya ke Papua, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dan sejumlah menteri yakni, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dalam siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Kepala Negara mengatakan, sebenarnya sudah lama menghendaki pembangunan Pasar Mama-Mama. “Tapi dalam prakteknya tidak segampang itu. Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi,” kata Jokowi.

Namun, lanjut Jokowi, setelah menunggu lama dan ditemukan solusinya, akhirnya pembangunan segera dimulai. “Saya minta kepada menteri-menteri, targetnya dibangun jangan lama karena sudah ditunggu mama-mama,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan pembangunan pasar ini, harap Presiden, tidak sampai satu tahun. “Sudah, dikerjakan 10 bulan. Siap enggak 10 bulan?” tanya Presiden kepada Menteri BUMN Rini Soemarno selaka koordinator dari pembangunan pasar tersebut. “Siap,” jawab Menteri BUMN.

Pasar Kerajinan

Presiden juga merasa gembira karena akan dibangunnya pasar kerajinan di lantai 2, selain pasar basah dan pasar kering. “Pasar basah saya titip jangan kalah dengan mall. Nanti kalau sudah jadi, pasar harus bersih, tidak becek, tidak bau,” ujar Jokowi.

Presiden juga memberitahukan rahasia kepada mama-mama agar pembeli berkunjung kembali. “Kalau pembeli datang, para pedagang semua harus tersenyum. Kalau jualan harus senyum, kalau tidak, siapa mau beli. Itu yang akan sebabkan pembeli datang lagi, datang lagi. Kalau penjualnya galak-galak, siapa mau datang,” ujar Jokowi. (Johara/win)