Tuesday, 12 December 2017

Koordinasi Eksekusi Mati Bandar Narkoba Sudah Dilakukan

Minggu, 1 Mei 2016 — 7:14 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung sudah mengisyaratkan eksekusi mati bag bandar dan pengedar narkoba akan dilakukan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, dalam waktu dekat.

“Koordinasi sudah dilakukan. Persiapan pun sudah dilakukan, tapi waktunya belum ditentukan,” kata Jaksa Agung Parasetyo.

Namun, Prasetyo belum dapat memastikan apakah pelaksanaan eksekusi mati akan dilakukan sebelum masuk Bulan Ramadhan, awal Juni atau sesudah Lebaran, akhir Juli 2016.
“Masih dalam pembahasan bersama instansi terkait. Jadi, kita belum tentukan jadwalnya,” kilah Prasetyo.

MASIH GELAP

Meski sudah dipastikan eksekusi mati, Jaksa Agung masih enggan mengungkapkan nama-nama terpidana yang akan dieksekusi, di Nusakambangan, Jateng.

“Yang pasti, yang akan dieksekusi mati, adalah yang terkait perkara narkoba dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).”

Prasetyo mengingatkan pula terpidana yang sudah inkracht, dengan pertimbangan sudah mengajukan upaya hukum luar biasa, berupa peninjauan kembali (PK) sampai dua kali dan grasi kepada Presiden.

MARY JANE F VELOSO

Dari nama-nama yang sudah teragendakan untuk dieksekusi, setelah batal dieksekusi pada tahap kedua, adalah Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina) dan Serge Areski Atloui (Perancis).

“Mary Jane masih menunggu proses hukum di Filipina. Kita menghormati proses hukum yang berlangsung di Filipina,” katanya memberi alasan.

Lalu, Freddy Budiman, Bandar Narkoba yang sudah mengajukan PK ditolak, tapi dimungkinkan untuk mengajukan PK kedua sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, isyarat akan dieksekusinya Freddy, nampak ketika dia dipindahkan penahanan dari Lapas Gunung Sindur ke Nusakambangan, dua pekan lalu.

Seperti yang dilakukan sebelumnya, para terpidana yang akan dieksekusi dipindahkan ke Nusakambangan.

Menanggapi kesan Kejagung lamban eksekusi mati, Prasetyo beralasan ada prosedur yang harus dijalani, sebelum sampai tahapan eksekusi.
“Selama ini ada yang bilang kenapa jaksa Agung ga eksekusi? kita kan ada prosedurnya. Kita ga bisa geregetan saja kan. Ketika semua hak hukumnya sudah diberikan baru kita bisa meningkat ke aspek teknisnya,” terangnya. (ahi)