Thursday, 20 September 2018

Menlu: Pemerintah Terus Berupaya Bebaskan 4 WNI Sandera Abu Sayyaf

Senin, 2 Mei 2016 — 15:11 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengakui, bahwa upaya pembebasan 10 WNI (Warga Negara Indonesia) i melibatkan banyak pihak, tidak hanya pemerintah ke pemerintah, tapi juga jaringan-jaringan informal lainnya.

Itu disampaikan Retno di Jakarta, Senin (2/5). “Upaya pembebasan ini melibatkan banyak pihak, semua anak bangsa. Oleh karena itu kita sampaikan bahwa ini adalah diplomasi total yang tidak saja hanya terfokus pada diplomasi government to government, tapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal yang semuanya dibuka untuk satu tujuan,” terang Retno.

Sebelumnya, ke-10 WNI merupakan anak buah kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, yang dirompak di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, saat berlayar dari Kalimantan Selatan dengan tujuan Filipina, pada akhir Maret.

Mereka mendarat di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu malam (1/5), pukulĀ  13:30 WIB. Mereka langsung dibawa ke RSPAD, Jakarta, untuk pemeriksaan kesehatan.

Retno menambahkan pemerintah Indonesia masih terus bekerja bersama dengan berbagai pihak dalam upaya pembebasan empat WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Indonesia masih bekerja keras untuk pembebasan empat anak buah kapal (ABK) kapal TB Henry yang disandera di Filipina.

 

(Baca: RSPAD Serahkan 10 Korban Sandera Abu Sayyaf ke Kemlu)

Menurut Retno, Pemerintah Indonesia akan menggunakan berbagai cara dan strategi untuk dapat membebaskan keempat ABK WNI yang masih dalam tawanan kelompok Abu Sayyaf.

(johara/sir)