Thursday, 20 September 2018

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Dana Banjir

Selasa, 3 Mei 2016 — 5:40 WIB
Gedung Bnundar

Gedung Bnundar

JAKARTA (Pos Kota) -Kejaksaan Agung telah menetapkan 11 tersangka kasus Dana Swakelola Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendali Banjir Pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat, 2013.

“Ini pengembangan dari kasus sebelumnya, dengan tersangka mantan Kasudin PU Tata Air Jakbar Wagiman, Monang Ritonga dan Pamudji,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) Fadil Zumhana, di Gedung Bundar, Kejagung, Senin (2/5).

Berkas perkara Wagiman Dkk telah diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dan dalam proses persidangan. Menurut Fadil, pihaknya juga tengah menyidik proyek yang sama di Sudin PU Tata Air Jakarta Timur dan penyelidikan proyek serupa di Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat.

Kapuspenkum Amir Yanto menerangkan penetapan 11 tersangka kasus Tata Air di Sudin PU Jakbar, dilakukan sejak 21 Maret 2016. Mereka, diantarany YS (Staf Administrasi Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013), RS (Mantan Kasie Dinas Tata Air Kecamatan Kebon Jeruk pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013, Lalu, S (Mantan Kaise Dinas Tata Air Kecamatan Kembangan pada Suku Dinas PU Tata Air Jakbar, 2013), N (Mantan Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013).

Pekerjaan Swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar Barat 2013 meliputi pekerjaan empat paket, senilai kurang lebih Rp. 66.649.311.310. Namun dalam pelaksanaan diduga tidak sesuai dengan laporan keuangan mengingat terdapat pemalsuan dokumen di dalam kedua laporan tersebut. Laporannya seolah-olah telah dilaksanakan pihak ketiga. hingga negara rugi sekitar Rp43.000.000.000. (ahi/us)