Monday, 23 July 2018

Kudus Jadi Kota Rujukan Pengembangan SMK

Rabu, 4 Mei 2016 — 10:17 WIB
Penyelenggaraan SMK Weekend yang diikuti 27 SMK di Kota Kudus. (ist)

Penyelenggaraan SMK Weekend yang diikuti 27 SMK di Kota Kudus. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kudus kini menjadi kota rujukan dalam mengembangkan dunia pendidikan berbasis kejuruan. Sebab sejak 2007 kota tersebut mengalami kemajuan  pesat dalam hal pendidikan kejuruan. Jumlah siswa yang bersekolah di SMK terus meningkat tajam dari tahun ke tahun.

“Para pelajar tersebut tidak hanya dari kota Kudus tetapi juga berdatangan dari kota lain,” papar Vivi Adeliana, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation kemarin.

Upaya memberikan informasi lengkap terkait keunggulan pendidikan SMK, dalam rangkaian Hardiknas 2016, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Djarum Foundation menyelenggarakan SMK WEEKEND.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam kepada masyarakat, tentang beragam jurusan yang ada di tingkat SMK. Dengan demikian diharapkan dapat menarik minat siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam SMK WEEKEND 2016 tersebut jelas Vivi, ada  27 SMK berpartisipasi  dengan 28 jurusan unggulan yang  ada.  Ke-28 jurusan tersebut selama ini menjadi unggulan SMK di Kudus dengan alasan  memiliki potensi permintaan sumber daya manusia pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi.

Jurusan-juurusan tersebut diantaranya  bidang teknologi informasi, bidang teknik, bidang kelautan,  dan bidang ekonomi kreatif,  berupaTata Boga, Tata Busana dan Animasi. Dalam program ini, peran Djarum Foundation meliputi; pengembangan kurikulum, pelatihan guru dan juga penyediaan infrastruktur sekolah.

“Bidang teknologi informasi misalnya, kita terapkan  kurikulum Cisco Networking Academy Program (CNAP) di SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan Tujuannya untuk meningkatkan lulusan terampil dengan sertifikasi yang diakui seluruh dunia,” jelasnya.

Kerja Sama Dengan Industri Jerman

Di bidang teknik, SMK jurusan Teknik Mesin bekerjasama dengan institusi dari Jerman dalam program pengembangan kurikulum dan pengoperasian peralatan canggih untuk praktikum siswa.

Di bidang kelautan, SMK Wisudha Karya menjadi satu-satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia yang memiliki fasilitas full mission bridge simulator. Melalui paket keahlian Nautika Kapal niaga, sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga.

Sedangkan paket keahlian lainnya yang juga dikembangkan di bidang kelautan adalah Teknika Kapal Niaga. Dilengkapi dengan ruang mesin kapal, para calon perwira muda disiapkan untuk menjadi ahli pemesinan kapal niaga. Lulusan dari masing-masing paket keahlian tersebut akan memperoleh Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.

Sementara bidang ekonomi kreatif, ada 3 jurusan yang dikembangkan; Tata Boga, Tata Busana dan Animasi. Jurusan Tata Boga menerapkan kurikulum yang mewajibkan para siswa untuk sanggup menguasai minimal 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. Jurusan Tata Busana menerapkan kurikulum perancangan busana menggunakan berbagai kain tradisional nusantara.

Pada acara SMK Weekend kali ini, ditampilkan koleksi busana dengan tema Urban Culture. Dilatar belakangi oleh Kudus sebagai kota agraris sekaligus kota industri yang sering dikunjungi orang dari berbagai daerah, tentunya tidak terlepas dari pengaruh dan membuat Kudus menjadi tempat pertemuan berbagai budaya (melting pot). (faisal/win)