Tuesday, 25 September 2018

Bu Guru Bolos Mengajar Ternyata Jadi WIL Orang

Kamis, 5 Mei 2016 — 7:17 WIB

PUKUL 06.00 pagi Bu Guru sudah ada di kelas, itu biasa. Tapi Bu Guru Ni Made, 38, ini lain, puul 06.00 pagi digerebek keluarganya karena kepergok jadi WIL-nya seorang lelaki berkeluarga. Rupanya Bu Guru ini sangat kesepian sejak suami meninggal 3 tahun lalu. Solusinya, kelonan dengan suami orang. Nekad!

Ternyata yang punya penyakit mbolos bukan hanya murid, gurunya pun juga bisa. Tapi bila seorang pendidik sampai ikut-ikutan jadi aktivis mbolos, jangan-jangan karena belajar dari wakil rakyat kita di Senayan. Yang sudah bergaji Rp 50 juta lebih saja demen bolos, apa lagi guru yang baru bergaji lumayan setelah dapat sertifikasi, apa tidak boleh bolos? Padahal bolosnya guru lebih merugikan, sebab itu berarti dengan sengaja menipu murid selaku generasi muda pewaris bangsa.

Bu Ni Made yang tinggal di Karangasem Kabupaten Klungkung (Bali) ini sebelumnya merupakan guru yang rajin. Tapi semenjak ditinggal mati suami tahun 2013 lalu, dia sepertinya jadi patah semangat menjalani hidup. Dia sering tidak masuk, menelantarkan murid-muridnya di SD. Oleh Kepsek kemudian Ni Made ditaruh di Tata Usaha.

Hukuman itu tak menjadikan Ni Made berusaha mengubah perilaku, tetap saja niru-niru anggota DPR: tetap doyan bolos. Bahkan berani berminggu-minggu tidak datang ke sekolah. Kalau anggota DPR bisa beralasan kunjungi Dapil atau studi banding, lha kalau Bu Guru, mau alasan apa lagi tak masuk berminggu-minggu.

Keluarga bekas suami pernah menanyakan keberadaan Ni Made. Kata pihak keluarga Made yang berusaha menutupi, katanya ke Surabaya mengurus ibunya yang sakit. Tapi info lain yang diperoleh bukan dari BIN mengatakan, Ni Made punya cem-ceman seorang lelaki bersuami. Tinggal di rumah kos bilangan jalan Srikandi, kelurahan Semarapura Kelod Kangin Klungkung.

Rupanya saking kesepiannya, dijadikan teman “kumpul kebo” pun Ni Made mau saja. Yang penting di malam hari tak lagi kedinginan, tak lagi kesepian. Soal itu sama saja merebut kebahagiaan wanita lain, bodo amat. Kata orang bijak, manusia hidup kan harus berbagi sama sesamanya. Jadi kalau sekedar pinjam pakai suami orang, apa salahnya? Toh sama-sama masih utuh itu barang.

Jelas pemahanan Ni Made seperti itu tak bisa diterima secara moral dan agama. Karenanya keluarga bekas suami mencoba mengingatkan, karena kasihan pihak istri yang suaminya dipinjam pakai itu. Maka pada pagi-pagi buta rombongan sudah meluncur ke alamat kos-kosan Ni Made.

Ternyata benar, Ni Made tinggal serumah dengan lelaki lain tanpa ikatan perkawinan. Skandal ini segera dilaporkan ke Polres Karangasem. Polisi juga menunggu reaksi istri lelaki yang jadi cem-ceman Ni Made. Apakah dia rela suaminya punya WIL, apa akan sekalian menuntut secara hukum pada Ni Made, karena telah mengganggu suaminya.

Gangguan PLN bisa telepon 123, kalau gangguan atas suami orang, ke nomer berapa? (JPNN/Gunarso TS)