Wednesday, 26 September 2018

Perdana Menteri Turki Mundur

Kamis, 5 Mei 2016 — 22:04 WIB
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu (reuters)

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu (reuters)

TURKI – Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/5) setelah memangku jabatan selama 20 bulan.

Davutoglu mengundurkan diri saat hubungan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan memburuk, memberikan jalan bagi Presiden Erdogan menunjuk anggota partai yang lebih loyal untuk menggantikan Davutoglu.

Berbicara di kantor pusat partai AK di Ankara, Davutoglu mengatakan dirinya akan mengundurkan diri setelah kongres luar biasa partai pada 22 Mei dan tidak akan mencalonkan diri lagi.

“Setelah berkonsultasi dengan presiden, saya memutuskan bahwa partai AK akan lebih solid dengan pergantian pemimpin,” kata Davutoglu. Politisi 57 tahun ini juga mengatakan tidak merasa menyesal telah mengambil keputusan pengunduran diri.

Pengumuman Davutoglu keluar sehari setelah pertemuan antara Erdogan dan Davutoglu tidak menemukan jalan tengah guna menjembatani perbedaan mereka.

Menurut konstitusi Turki, perdana menteri adalah pejabat dengan kekuasaan paling besar dan presiden lebih sebagai tokoh seremonial walaupun juga mempunyai kekuasaan. Namun Erdogan tidak seperti presiden-presiden sebelumnya.

Setelah Erdogan terpilih menjadi presiden pada tahun 2014, Davutoglu dipilih secara pribadi oleh Erdogan untuk menjadi ketua partai AK. Davutoglu diharapkan menjadi perdana menteri yang bisa dikendalikan namun beberapa kebijakan Erdogan mendapat penolakan dari Davutoglu.
Salah satu perbedaan pendapat paling menonjol antar dua tokoh politik Turki adalah saat Davutoglu menyatakan dukungannya atas undang-undang yang bertujuan menghapus korupsi. Erdogan yang semasa menjadi perdana menteri terseret dalam beberapa kasus korupsi yang melibatkan pejabat pemerintahan dan keluarga dekat, berusaha membuat rancangan undang-undang tersebut dibatalkan.(daus)