Sunday, 26 March 2017

Rolling Stones Tak Mau Lagunya Dipakai Kampanye Trump

Kamis, 5 Mei 2016 — 19:46 WIB
Rolling Stones menegaskan tidak pernah memberi izin Trump untuk memakai lagu-lagu mereka.

Rolling Stones menegaskan tidak pernah memberi izin Trump untuk memakai lagu-lagu mereka.

AMERIKA– Band legendaris Rolling Stones sudah meminta Donald Trump agar tidak memainkan lagu mereka lagi dalam kampanyenya.

Kelompok musik asal Inggris ini mengeluarkan pernyataan bahwa bakal calon presiden dari Partai Republik itu tidak mendapat izin untuk memainkan lagu-lagu mereka.

“Rolling Stones tidak pernah memberikan izin bagi kampanye Trump untuk menggunakan lagu-lagunya dan sudah meminta agar segera menghentikannya.

Kampanye Trump selama beberapa bulan belakangan menggunakan lagu-lagu Rolling Stones dengan yang paling sering adalah You Can’t Always Get What You Want.

Setelah mundurnya dua bakal calon lain, Ted Cruz dan John Kasich, maka Trump agaknya tinggal menunggu peresmian saja menjadi calon presiden.

Sebelum protes Rolling Stone ini, penyanyi Aerosmith, Steven Tyler, mengatakan penggunaan lagu mereka bisa memberikan ‘kesan yang salah’ sebagai dukungan atas Trump.

Lewat pengacaranya, Tyler -yang merupakan anggota terdaftar Partai Republik- mengatakan masalahnya bukan pribadi tapi terkait hak cipta.

Penyanyi Neil Young juga sudah meminta Trump agar tidak menggunakan lagi lagunya Rockin’ in the Free World, yang diputar saat Trump mengumumkan pencalonannya, Juni lalu.

Namun agaknya pernyataan paling keras muncul dari Michael Stipe, pentolan kelompok musik REM, setelah Trump menggunakan lagu REM berjudul It’s the End of the World as We Know It (And I Feel Fine).

“Jangan gunakan musik kami atau suara saya untuk sandiwara tolol kampanyemu.” (BBC)