Friday, 16 November 2018

Aksi Penembakan Warnai Pemilu Filipina

Senin, 9 Mei 2016 — 16:49 WIB
Suasanan pemilihan Presiden Filipina di Provinsi Davao (reuters)

Suasanan pemilihan Presiden Filipina di Provinsi Davao (reuters)

FILIPINA- Pemilihan umum Filipina diwarnai insiden penembakan saat tujuh orang ditembak oleh sekelompok orang tak dikenal di Kota Rosario, Provinsi Cavite, sebelah selatan ibu kota Filipina, Manila, pada Senin (09/05).

Sampai saat ini polisi masih menyelidiki apakah penembakan itu berkaitan dengan pemilu. Namun, seperti dilaporkan sejumlah media lokal, wilayah itu dianggap sebagai kawasan yang menjadi kekhawatiran mengingat adanya rivalitas politik.

Kantor berita Associated Press melaporkan ketujuh orang yang ditembak merupakan pedagang kaki lima yang dipaksa turun dari mobil minibus mereka oleh sekelompok orang bersenjata senapan serbu. Orang-orang itu kemudian melepaskan tembakan ke arah para pedagang.

Insiden penembakan tersebut hanya berjarak dua hari setelah seorang kandidat wali kota ditembak mati. Armando Ceballos, sang korban penembakan, bersaing memperebutkan kursi wali kota Lantapan, sebuah kota berjarak 840 kilometer sebelah selatan Manila. Pesaingnya adalah wakil wali kota petahana.
Kepolisian Filipina mencatat ada sebanyak 14 korban meninggal dunia dalam 26 insiden yang berkaitan dengan pemilu dalam kurun 10 Januari hingga 5 Mei lalu.

Sementara itu, di Manila, wartawan BBC, Jonathan Head, melaporkan pemilu berlangsung ceria. Para pemilih datang bersama keluarga dan tetangga mereka ke tempat pemungutan suara.

Seperti terlihat di Distrik Tondo, Kota Manila, kerumunan orang datang dan pergi di sebuah sekolah dasar yang diubah menjadi tempat pemungutan suara.

Basriana Basrul, seorang diplomat Indonesia yang bertugas di Kedutaan Besar RI di Manila, mengatakan sejauh ini Rodrigo Duterte adalah kandidat presiden yang diunggulkan dalam jajak pendapat.

“Berdasarkan poll hingga kemarin, Capres Duterte unggul 32%. Namun kita masih tunggu hasilnya sampai jam 17.00 waktu Filipina,” kata Basriana kepada BBC Indonesia.

Di samping memilih presiden, rakyat Filipina juga memilih wakil presiden, senator, dan sekitar 18.000 pemimpin daerah.

Pemilu ini diikuti lebih dari 54 juta orang di negara yang terdiri dari 7.000 pulau. (BBC)