Monday, 19 November 2018

Di Sejumlah Bandara

300 Pilot Lion Air Mogok, Ribuan Penumpang Telantar

Selasa, 10 Mei 2016 — 13:54 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Akibat uang transport tidak dibayarkan perusahaan, ratusan pilot maskapai Lion Air mogok terbang.

Dampaknya sejak Selasa pagi (10/5/2016) hingga siang ini puluhan bahkan ratusan penerbangan maskapai berkepala singa tersebut banyak yang delay bahkan ada yang tidak terbang.

Ribuan calon penumpang Lion Air di bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah daerah lainnya telantar menunggu kedatangan pesawat yang tak kunjung ada.

Para pilot Lion melakukan mogok terbang karena uang transport mereka bervariasi Rp5 juta hingga Rp10 juta/bulan selama beberapa bulan belum dibayarkan oleh manajemen.

“Kami mohon maaf tidak bisa melayani masyarakat, karena sudah capek dengan perusahaan yang tidak membayarkan uang transport kami berbulan-bulan. Seharusnya uang transport sudah diberikan sejak Kamis minggu lalu,” tutur satu pilot yang tak mau disebutkan namanya.

Dikataka pilot tersebut ada sekitar 300-an lebih pilot Lion Air yang mogok terbang karena manajemen Lion Air memberlakukan sistem reimburse untuk uang transpor.

Padahal, berdasarkan perjanjian kontrak antara manajemen dan para pilot, uang transpor seharusnya dibayar di muka oleh pihak manajemen. Namun kenyataannya uang transpor-nya malah sering telat ditransfer.

PILOT SAKIT

Direktur Lion Air Edward Sirait membenarkan adanya masalah gangguan penerbangan kendati dia menyebutkan permasalahan itu karena adanya pilot yang sakit dan masalah administrasi saja.
“Benar, pada hari ini penerbangan Lion Air dari beberapa bandara mengalami keterlambatan (delay) yang disebabkan oleh adanya beberapa awak pesawat yang sakit dan beberapa awak yang mengalami permasalahan administrasi,” ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam siaran pers.

Namun Edward mengaku masalah administrasi sudah dapat diselesaikan dan uang transport pilot yang sudah ditransfer pilotnya sudah kembali operasional dan penerbangan sudah berangsur normal.
Edward mengatakan ke depannya kemungkinan masih ada beberapa penerbangan yang akan mengalami keterlambatan dan pihaknya berusaha untuk mengurangi keterlambatan tersebut.

(dwi/sir)