Thursday, 22 February 2018

CLBK Pak Guru dan Murid Berakhir di Gubuk Derita

Selasa, 10 Mei 2016 — 6:15 WIB

GURU jatuh cinta pada murid itu biasa. Yang tak biasa, setelah berumahtangga masing-masing, guru Badu, 48, masih pengin bersatu dengan bekas muridnya, Ida, 22. Mereka sempat CLBK dan tuntaskan nafsu birahi. Tapi ternyata di tengah gubuk, Ida ingin kembali lagi pada suami. Pak Guru pun jadi kalap dan main embat.

Guru jatuh kasmaran pada murid sendiri, mengingatkan pada kisah wayang Begawan Wisrawa dengan Dewi Sukesi. Padahal Dewi Sukesi sebetulnya dambaan Prabu Danaraja anak sang Begawan sendiri. Tapi demi kenikmatan sesaat, Begawan Wisrawa jadi lupa akan statusnya sebagai guru terhadap muridnya. Barter dengan Ilmu Sastrajendra Hayuningrat, Sukesi pun siap digauli kapan saja dan di mana saja.

Pak Guru Badu rupanya kelakuannya mirip-mirip seperti. Saat mengajar di SMA, dia jatuh cinta pada Ida murid sendiri. Padahal di rumah sudah ada anak istri. Maka meski cinta mereka tak bertepuk sebelah tangan, Ida hanya siap koalisi tapi tak mau “dieksekusi”. Maka ketika Ida kemudian menikah dengan lelaki lain, Pak Guru Badu pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menyesali nasib.

Tapi ternyata yang namanya milik takkan lari ke mana-mana. Lima tahun kemudian yang berarti sekarang ini, secara tak sengaja Pak Badu ketemu si Ida. Ida yang dulu masih nampak cantik, cuma sekarang sudah punya anak. Namun demikian cinta Pak Badu tak juga pupus. Jusru setelah ketemu ini, semakin menyala-nyala. Pak Guru ingin mengubah kisah romantismenya 5 tahun lalu.

Lewat HP Ida diajak janjian ketemu, meski mereka tinggal di kecamatan berbeda. Ida tinggal di Kecamatan Alasa, sementara Kabuyu tinggal di Kecamatan Afulu. Keduanya berada di Kabupaten Nias Utara, Sumut. Target mereka, ketemu di Gunungsitoli. Di sebuah gubuk tengah hutan, mereka menghabiskan waktu dengan memadu kasih. Bagi Pak Badu, meski sekedar jadi “generasi penerus” masih asyik juga lah!

Bak PNS yang selama ini masih terima gaji 80 %, keduanya “ngrapel” sepuas-puasnya. Tapi di kala Badu kecapekan habis menyelesaikan beberapa ronde partai tambahan, eh…..Ida minta diantar pulang ke rumahnya. Sebab dia merasa berdosa telah membohongi suami. “Abang harus jantan, serahkan aku baik-baik pada suamiku,” desak Ida.

Tapi rupanya Pak Guru Badu memang pengecut kayak cuka. Dia tak mau mengantar pulang, justru mengajak kabur entah ke mana. Dia tak mau berbuat bodoh. Mengantarkan pada suami Ida kan sama saja menyerahkan nyawanya. Mending kalau hanya dibunuh, jika mayatya dimutilasi dipotong kecil-kecil buat makanan buaya, bagaimana? Ngeri ah, jangan ah!

Meski Badu sudah menolak, Ida terus memaksa. Lama-lama Pak Guru jadi geregetan. Ida pun dihujani tusukan pisau berkali-kali sampai lemas terkulai. Sedangkan Badu yang panik mencoba bunuh diri dengan minum racun rumput yang ditemukan di sekitar gubuk. Untung tak lama kemudian ada orang lewat. Keduanya ditolong dan dilarikan ke rumahsakit terdekat.

Si penolong tak tahu bahwa baru saja ada orang terima “rapel”. (JPNN/Gunarso TS)