Tuesday, 30 May 2017

Duterte Terpilih Jadi Presiden Filipina akan Diktator

Selasa, 10 Mei 2016 — 20:54 WIB
Duterte yakin menangi Pemilu Presiden Filipina (reuters)

Duterte yakin menangi Pemilu Presiden Filipina (reuters)

FILIPINA – Rodrigo Duterte memenangkan pemilihan Presiden Filipina setelah pesaing utamanya, Mar Roxas, mengaku kalah.

Walaupun hasil resmi perhitungan belum diumumkan namun hasil hitung cepat menunjukkan Duterte meraih 38 persen suara, jauh lebih banyak dari Roxas. Duterte akan dilantik pada 30 Juni setelah Kongres Filipina meratifikasi hasil pemilu.

Duterte mengatakan akan menjadi diktator terhadap kejahatan dan berjanji untuk mundur bila dalam enam bulan gagal memenuhi janjinya untuk menumpas korupsi.

“Saya akan bertindak tegas. Saya akan menjadi diktator. Namun hanya terhadap kejahatan -kriminalitas, narkoba dan korupsi di pemerintahan,” tegas Duterte.

“Pesan saya ke semua pegawai pemerintahan -polisi, militer, semua orang termasuk sekretaris kabinet- berhenti. Kalian harus berhenti melakukan korupsi.”

Duterte yang terkenal dengan pernyataan kerasnya mengatakan akan melayani rakyat Filipina dengan rendah hati. “Saya tidak punya keinginan selain melayani kepentingan rakyat Filipina. Tidak lebih dari itu,” ujarnya sambil menjanjikan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan dan pertanian.

Duterte juga tidak takut untuk mendorong penggunaan alat kontrasepsi walaupun penggunaan kontrasepsi ditentang oleh ajaran Katolik, agama mayoritas warga Filipina.

Saat menjadi walikota Davao, Duterte menerapkan aturan larangan minum minuman keras setelah larut malam dan jam malam bagi anak di bawah umur.

Menurut juru bicara Duterte, Peter Lavina, ada kemungkinan larangan minum minuman keras akan diterapkan secara nasional. “Larangan minuman keras ini karena kita harus bekerja esok harinya,” ujarnya. “Tidak ada hubungannya dengan pembatasan kebebasan.” (BBC)