Saturday, 18 August 2018

Rusuh di Dadap Menurut Bupati Ada yang Provokasi

Selasa, 10 Mei 2016 — 21:27 WIB
Massa membakar ban mobil di Jalan Raya Prancis, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. (ist)

Massa membakar ban mobil di Jalan Raya Prancis, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. (ist)

TANGERANG (Pos Kota) – Bupati Ahmed Zaki Iskandar menyayangkan aksi anarkis warga Kampung nelayan Dadap, Kecamatan Kosambi. Akibat kerusuhan itu, Pemkab Tangerang gagal menerbitkan Surat Peringatan kedua (SP-2).

Menurut Bupati, penertiban itu dilakukan bertujuan untuk menata bekas lokalisasi Dadap menjadi lebih baik. Sehingga masyarakat setempat dapat tinggal di lokasi tersebut dengan tentram dan berpenghasilan positif.
(BACA Krisnha Murti Datang Bentrok di Dadap Berhenti)

Pasalnya, selama ini keberadaan lokalisasi Dadap menjadi sarang penyebaran HIV/AIDS. Pihaknya mencatat puluhan warga asli Dadap terinfeksi penyakit berbahaya tersebut.

Meski tidak berada di lokasi kerusuhan, Bupati Tangerang menduga ada pihak-pihak lain yang memprovokasi sehingga warga menjadi beringas. ‎”Yang ditertibkan itu bangunan di atas tanah negara. Jadi tidak ada urusan dengan pengembang. Yang kami fikirkan adalah bagaimana menata kawasan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Zaki.

Risnawati menuding kepala daerahnya itu tidak berpihak kepada masyarakat kecil seperti nelayan. Penggusuran tempat tinggal yang telah dihuni selama 40 tahun itu dianggap warga atas kepentingan pengembang.

“Yang ngontrak saja kepingin punya rumah. Masa yang sudah punya rumah mau dikontrakin. Kan itu ngga manusiawi,” teriak Risnawati. (imam)