Monday, 26 August 2019

Rusun Terbatas, Ahok: Penggusuran Kampung Leuser Ditunda

Selasa, 10 Mei 2016 — 10:25 WIB
Gubernur Ahok menerima pengaduan warga di Balaikota. (julian)

Gubernur Ahok menerima pengaduan warga di Balaikota. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Warga Kampung Leuser, Hang Jebat, Jakarta Selatan, menolak digusur. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyebut penggusuran dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Rencananya, permukiman warga Kampung Leuser digusur karena menempati tanah milik PD PAM Jaya. Menerima Surat Peringatan yang meminta membongkar sendiri rumahnya dalam waktu 3 x 24 jam, warga menolak rencana itu. Mereka menduduki jalan, Senin (9/5/2016).

Ahok, nama panggilan gubernur, mengatakan telah menanyakan masalah itu pada aparat setempat sejauh mana kepentingan penggusuran itu. “Saya tanya sama camat dan walikota ada apa, apa begitu penting? Kan saya sampaikan yang prioritas. Yang kita gusur adalah kalau mau normalisasi sungai dan waduk atau (jalur) hijau. Itu yang penting kita tertibkan. Itu pun harus ada rusun (lebih dulu),” katanya di Balaikota, Selasa (10/5/2016).

Ia menunjuk contoh penggusuran di Pulomas. “Kenapa? Karena ada Asean Games karena bisa terlambat bangun equistrian,” tambahnya.

Ahok juga mengaku telah menanyakan kasus itu ke Direktur PD PAM Jaya. Ia mendapat jawaban lahan yang kini ditempati warga sejatinya termasuk lahan jalur hijau yang memang tak boleh ditempati bangunan.

“PAM Jaya bagus mau balikin karena ini (jalur) hijau. Dia bilang mau bangun RPTRA. Oke RPTRA bagus,” ujar Ahok. “Tapi kalau rusun-nya belum siap perlu nggak ditertibkan?”

PD PAM Jaya, sambungnya, mengatakan warga yang tinggal di tempat itu adalah penyewa dari keluarga karyawan PAM. Penyewa itu memiliki KTP DKI.

“Kalau ada KTP DKI ya wajib juga menyediakan (rusun) walaupun prioritas bawah,” katanya. “Kalau belum ada rusun? Ya tunda dulu dong. Tapi nggak bisa ngasih izin mereka menguasai tanah itu karena di jalur hijau.”  (julian/yp)