Friday, 23 August 2019

Waspadai Penyebaran Paham Komunis

Selasa, 10 Mei 2016 — 5:24 WIB

ISU penyebaran ideologi komunis belakangan ini marak beredar lewat broadcast. Aparat kepolisian juga menemukan kaos berlambang palu dan arit dijual bebas oleh pedagang. Temuan ini mungkin terlalu prematur untuk menyimpulkan PKI sudah bangkit lagi. Namun bukan berarti kita boleh lengah.

Bagi sebagian generasi muda, mungkin tak banyak yang paham soal lambang palu dan arit dipadukan dengan gambar grup band yang yang menghiasi kaos mereka. Pedagang yang menjual kaos, juga mengaku tidak bermaksud menyebar ideologi komunis, melainkan bisnis kaos semata.

Ada beragam kemungkinan yang kini sedang terjadi di negeri ini. Pertama, banyak generasi muda yang buta pengetahuan tentang larangan menggunakan lambang terlarang. Jangan-jangan generasi era masa kini memang tidak paham sejarah, bahaya laten komunis, gerakan terlarang maupun ancaman hukumannya.

Kedua, ada gerakan terselubung mensosialisasikan ideologi terlarang berbungkus kegiatan sosial, diskusi, seminar dan lainnya. Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah ditumpas, tapi bukan berarti paham komunis ikut punah. Komunis akan bermetamorfosa menjadi bentuk baru, sulit dikenali dan menyusup tanpa disadari oleh masyarakat.

Ideologi KLM (Komunisme, Marxisme, dan Leninisme) bisa jadi dipublikasikan, disusupkan dan ditanamkan secara terselubung oleh penganut paham komunis di berbagai bidang seperti pendidikan, politik, seni, organisasi kemasyarakatan bahkan mungkin di pemerintahan.

Ini jadi tanggung jawab negara melakukan sosialisi tentang gerakan terlarang berikut lambang-lambang yang diharamkan negara. UU nomor 27/1999 perubahan 107 KUHP tentang kejahatan terhadap keamanan negara serta ancaman hukumannya, juga harus disampaikan kepada masyarakat.

Komunis tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Pemahaman sejak dini tentang empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus ditanamkan pada generasi muda di berbagai lini. **