Wednesday, 14 November 2018

Desa yang Pernah Jadi Ladang Ganja Harus Jadi Lahan Produktif

Jumat, 13 Mei 2016 — 16:32 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar

JAKARTA (Pos Kota) – Desa yang sebelumnya menjadi ladang ganja harus segera merubah diri menjadi desa yang produktif. Desa-desa di Aceh yang dulunya pernah menjadi ladang ganja, harus diubah menjadi lahan produktif, tak boleh diskriminasi.

Hal tersebut ditegaskan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar di Jakarta, Jumat (13/5).  Marwan menyontohkan, desa-desa di pegunungan Kemukiman Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar yang memiliki potensi besar untuk menjadi desa maju tanpa harus menanam ganja.

“Desa-desa yang pernah menjadi lokasi perkebunan ganja seperti di Kemukiman Lamteuba ini, tidak boleh didiskriminasi. Justru desa-desa ini harus kita dorong untuk menjadi desa yang lebih produktif,” ujarnya.

Mendes pekan lalu sempat  berkunjung ke pemukiman Lamteuba. Lamteuba  pernah dinobatkan sebagai wilayah perkebunan ganja terbesar di Indonesia, dengan luas perkebunan ganja 58 hektar, berada di wilayah dengan tanah yang subur.   Pemukiman ini juga berada dekat dengan Ibukota Provinsi yakni Kota Banda Aceh.

“Masyarakat bisa bekerjasama dengan IAKU (Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah) untuk mengembangkan tanaman herbal. Bisa saja desa ini yang tadinya disebut-sebut sebagai desa ganja, kita berubah menjadi desa herbal,” kata Marwan.

Masyarakat Aceh Harus Sejahtera

Terkait hal tersebut, Menteri Marwan juga mengimbau kepada IAKU, untuk terus memperhatikan kesehatan masyarakat setempat. Ia berharap, keberhasilan dalam membangkitkan desa di pemukiman Lamteuba dapat menjadi rujukan nasional.

“Masyarakat Aceh harus maju, harus sejahtera dan terpenuhi hak-haknya. Manfaatkan juga dana desa dengan sebaik-baiknya. Lepaskan image desa ganja, dan buktikan kalau kita mampu menjadi desa yang produktif,” pintanya.

Pemukiman Lamteuba terdiri dari 8 desa yakni Desa Ateuk, Blangtingkeum,  Lam Apeng, Lambada, Lampantee, Lamteuba Droe, Meurah, dan Pulo. Pemukiman ini akan dibina oleh IAKU, untuk melepaskan Lamteuba dari desa tertinggal dan menjadi desa yang sadar akan pentingnya kesehatan.

“Pemerintah tidak akan bisa berdiri sendiri, kita semua harus bekerjasama membangun desa-desa kita. Semua desa berhak mendapatkan perhatian termasuk desa-desa yang pernah menjadi pusat perkebunan ganja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar tidak ada lagi masyarakat yang menanam ganja, dan menghasilkan tanaman-tanaman yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.(Tri)