Thursday, 15 November 2018

Kejaksaan Banyak Temukan Proyek “Cincai-cincai” Proyek Pengadilan Banjir

Minggu, 15 Mei 2016 — 6:04 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung mengungkap berbagai kejanggalan praktik Mark Up (penggelembungan biaya) dalam proyek pengendalin banjir, di Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Tata Air, tahun anggaran 2013.

Kapuspenkum Amir Yanto menunjuk pekerjaan saluran drainase jalan Kamal Tegal Alur, Kecamatan Cengkareng yang memakan biaya sekitar Rp 16, 6 juta.Namun, praktiknya anggaran yang dicairkan sebesar Rp. 62,9 juta.

“Begitu pula proyek serupa, di jalan Kapuk Kamal, Kalideres yang dikerjakan sebesar Rp. 15, 456 juta, nyatanya anggaran yang dicairkan sebesar Rp 53, 9 juta,” kata Amir saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (14/4).

Praktik kotor serupa ditemukan dalam pekerjaan saluran air, di Kecamatan Joglo yang dikerjakan hanya berbiaya Rp 13 juta. Anggaran yang dicairkan Rp 70 juta.

Lalu, proyek di Kecamatan Kembangan yang makan biaya Rp 9 juta. Anggaran yang dicairkan sebesar Rp. 41 juta.

DITUNTASKAN
Terkait temuan itu, Kejagung sudah menetapkan 14 tersangka. Dimana, tiga diantaranya sudah dilimpah ke pengadilan. Yakni Pamudji, Wagiman dan Monan Ritonga.

Tiga tersangka lain, 14 April 2016 telah ditahan, yakni Binahar Pangaribuan (BP), wiraswasta, Nurhadi (Mantan Kasie Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar 2013, dan
Arnold Welly Arde (AWA) (Direktur PT. Citra Cisangge).

Delapan tersangka lain, yang ditetapkan sebagai tersangka, sejak 21 Maret segera ditahan. Mereka diancam 20 tahun penjara sesuai UU Tipikor Nomor 31/1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001.

“Tentu penyidik akan menuntaskan berkas 11 tersangka lain agar cepat dilimpahkan ke pengadilan,” terang Amir.

Menyusul komitmen Kejagung itu, telah diperiksa sejak Rabu (11/5) dan Kamis (15/5) empat saksi. Mereka, Hali (Staf Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar dan
Rachmat (Staf Seksi Pemeliharaan Sudn PU Tata Air Jakbar.

Kemudian, Moh. Taufik (Staf Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbart dan Mulyadi (Staf Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar.

Kasus kegiatan pekerjaan Swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar Barat 2013 terdiri empat paket senilai Rp66,6 miliar.

Dalam pelaksanaan anggaran langsung dipotong oleh Monang Dkk sebanyak 20 persen dan dibagi kepada Wagiman dan Pamudji. Akibatmya, negara dirugikan sebesar Rp. 43.000.000.000. (ahi)

  • Pengkor

    Pertama mencuri seribu rupiah, lalu mencuri seratus ribu rupiah, lalu sejuta, terus seratus juta, terus semilyar, terus setrilyun terus dan terus krn tidak ditembak mati.