Thursday, 16 August 2018

Dadap Digusur, Mana tuh LSM, Aktivis dan Politisi?

Selasa, 17 Mei 2016 — 6:10 WIB

PEMBERSIHAN wilayah yang dikuasai tangan-tangan jahil, tukang caplok tanah negara untuk dibisniskan, tak hanya terjadi di Kampung Pulo, Kali Jodoh dan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Melainkan juga di Kampung Baru Dadap, di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Yang mengherankan, ketika ada penggusuran dan mendapat perlawanan warga hingga terjadi bentrok, dan korban berjatuhan, petugas terluka, dan ramai diberitakan teve tidak ada aktifis, LSM atau tokoh politik, yang menentang penertiban tersebut kepada Bupati Tangerang?

Padahal penertiban di Dadap tidak menawarkan rusun, tidak ada KJP, bus, dan modal. Mengapa mereka tidak ribut dan heboh seperti ketika terjadi di Kampung Pulo, Kali Jodo, dan pasar Ikan?

Apakah hanya warga Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang dilindungi HAM – Sedangkan warga Kampung Baru Dadap baru tidak ?

Jadi jelas sudah, protes yang dilakukan aktifis memang upaya menghancurkan karakter tokoh yang dibenci dan menjadi target bersama, yaitu Gubernur DKI Jakarta. Karena kursinya sedang diincar orang banyak.

Perbedaan sikap saat LSM atau kelompok masyarakat mengkritisi penertiban di Pasar Ikan, Jakarta Utara dan Kampung Dadap, menandai bahwa mereka bukan aktifis murni, LSM murni, dan DPRD yang murni berjuang untuk masyarakat dan melindungi rakyat kecil. Melainkan alat yang dipakai untuk menghantam tokoh politik yang tidak disukai, atas pesanan ca,lon lain

Atau pelampiasan kebencian, karena tak dapat proyek dari Ahok, karena gagal minta program sosialisasi?

Warga Pasar Ikan maupun warga Luar Batang yang tinggal di sekitar mesjid keramat dikunjungi banyak tokoh nasional, seperi anggota DPR RI Tantowi Yahya, dan Wakil Ketua DPR RI Fadly Zon? Apakah hanya warga Pasar Ikan yang layak menerima pembelaan dan perhatian? Sedangkan Warga Kampung Baru Dadap tidak?

Ketika bendera ormas dan partai berkibar di Pasar Ikan, tidak ada bendera ormas di Kampung Baru Dadap.

“Mungkin Dadap itu salahnya cuma satu, Bupatinya bukan Ahok. Kalau Bupatinya Ahok, banyak yang bantuin orang Dadap itu. Gitu aja he-he-he,” ujar Ahok. – Dimas

  • Ronny

    Iya bener bang… Kalo di jakarta kan org berbondong bondong buat ngancurin ahok… Ada yg sok jadi malaikat “pembela kaum lemah” padahal mah intinya semua cuman pengen jadi gubernur… Makanya di jakarta banyak banget malaikat kesiangan yang sok membela rakyat…