Tuesday, 16 October 2018

Korban Tewas Banjir Bandang Sibolangit Lebih 21 Orang

Rabu, 18 Mei 2016 — 19:25 WIB
Satu jenajah korban banjir bandang dievakuasi ke posko (samosir)

Satu jenajah korban banjir bandang dievakuasi ke posko (samosir)

MEDAN (Pos Kota) – Korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna Sibolangit, Sumut, dikabarkan lebih dari 21 orang sebagaimana terdata di posko bencana. Hal itu mencuat setelah banyaknya pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga, tapi namanya tidak termasuk dalam daftar 21 orang tersebut.

Di antaranya adalah Sinta, ibu berambut pirang yang datang ke posko bencana di Sibolangit sambil menangis. Ia mengaku, anaknya yang bernama Masfuad Hasan, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), tak ada kabarnya sejak Sabtu malam.

Dikatakan Sinta, putranya berangkat ke Sibolangit bersama enam temannya sesama mahasiswa Unimed.

“Mereka berangkat tujuh orang sama anak saya. Memang dia pamit sama saya. Mereka pergi selepas acara seni. Anak saya suka seni,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/5).

Selain Sinta, Rahmat,43, warga Pulau Sabang, Aceh, juga mencari-cari putrinya yang bernama Eka Nurul Rahmania,22 “Saya sudah cek, tapi enggak ada yang cocok,” katanya, di RS Bhayangkara Medan.

Camat Sibolangit, Amos Karokaro menampik kabar tersebut. “Enggak ah. Tinggal lima lagi kok (yang hilang),” katanya.

Namun, Amos membenarkan bahwa jumlah orang yang berkunjung atau berada di sekitaran Air Terjun Dua Warna saat banjir bandang lebih dari 78 orang, sebagaimana dikabarkan sebelumnya.

“Memang betul. Kalau itu betul. Cuma setelah kami cek seluruhnya, tinggal 21 yang tinggal. Cuma belum bisa diprediksi apakah ada lagi yang masih hilang. Kadang kan begini, ada yang jualan, tapi itu kan belum terdata di posko. Karena kami kan mengacu pada yang terdata di posko,” katanya.

Ia mengaku ada keluarga yang datang ke posko menyatakan kehilangan anggota keluarga.

“Kemarin ada satu keluarga. Mereka datang memberitahu. Atas dasar itulah kami mencari tahu, apakah itu pedagang atau apa,” katanya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan Kombes Pol Farid Amansyah mengatakan, ada lima orang lagi korban banjir bandang yang belum ditemukan. Kelima korban itu termasuk orang hilang yang telah dilapor ke posko antemortem RS Bhayangkara. (Baca: Anjing Pelacak Dilibatkan Cari Korban Banjir Sibolangit)

“Dari 21 laporan orang hilang, 16 diantaranya telah ditemukan dan teridentifikasi. Saat ini, kami masih menunggu lima korban yang belum ditemukan,” katanya.

Adapun kelima korban yang belum ditemukan masing-masing Mirjano, Priarmando Guru Singa, Gunawan, Eka Nurul R, dan Dora Santri,” katanya.

Sementara 16 jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga, namu posko antemortem RS Bhayangkara tetap dibuka.

Ke-16 korban masing-masing Riyantio Fandy,26, Rafki,22, M Gusti Dwi Prasetyo,21, M Iqbal,21, Dwi Hastuti Ningsih,19. Rizki Ayu Zahra Nasution,17, Melida Gunung Sari,23, Ade Riana Sihombing,21, Gustinaris Diah Pratiwi,17, Wazzah Hazirah Marpaung,20, Zulhamdi Sakti Wibisana,21, Muchlis Alaudin,22, Ahmad Al Hakim,21, Siti Nuraidah,20, Ningsih Trifila,20 dan Rizki Juliani,20. (samosir)