Wednesday, 14 November 2018

Balitbang Kementan Temukan Teknik Baru Pembuatan Kopi Luwak

Kamis, 19 Mei 2016 — 16:42 WIB
kopi luwak (ist)

kopi luwak (ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menemukan tehnik baru pembuatan kopi luwak dengan memanfaatkan mikroba probiotik binatang luwak.

Teknik yang akan segera dikembangkan lebih luas tersebut kata Kepala Balitbang Kementan Muhammad Syakir bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produksi kopi luwak tanpa harus berhadapan dengan upaya perlindungan hewan luwak.

“Tehnik ini lebih mudah dan tidak banyak bergantung pada luwak,” kata Syakir Kamis (19/5).
Diakui kopi luwak memang masih menjadi jenis kopi yang sangat digemari masyarakat. Tetapi cara memperolehnya yang harus mengandalkan binatang luwak seringkali berbenturan dengan para aktivis perlindungan hewan.

Karena itu pembuatan kopi luwak menggunakan mikroba prebiotik bisa menjadi solusinya. Mikroba probiotik ini diisolasi dari saluran cerna binatang luwak yang kemudian digunakan untuk proses fermentasi biji kopi.

Bila didukung dengan bahan baku (kopi petik merah) yang terseleksi, Syakir meyakinkan bahwa hasilnya akan sama persis dengan kopi luwak asli.

Adapun keunggulan kopi luwak hasil fermentasi mikroba probiotik luwak antara lain biaya produksi lebih murah dibanding mengandalkan luwak hidup, mudah diproduksi sesuai kebutuhan, cita rasanya mendekati kopi luwak asli, dapat diproduksi dengan berbagai variasi rasa dan lebih ramah lingkungan.

Saat ini teknologi kopi luwak probiotik telah dipatenkan dan dilakukan kerjasama lisensi untuk memproduksi. Diantaranya dengan Taman Ayu Wisata Agro Techno Park di kabupaten Gianyar Bali. (faisal/win)