Monday, 24 September 2018

BPJS Ketenagakerjaan Garap Pekerja Informal

Kamis, 19 Mei 2016 — 9:19 WIB
Kepala BPJS Tenagakerjaan Didi, Ketua Sarbumusi Iwan dan staf desa serta warga saat sosialisasi JKK dan JK.

Kepala BPJS Tenagakerjaan Didi, Ketua Sarbumusi Iwan dan staf desa serta warga saat sosialisasi JKK dan JK.

PURWAKARTA (Pos Kota) – BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta menggarap tenaga kerja informal untuk ikut kepesertaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) .

“Besaran Premi peserta sebesar Rp 10.000/jiwa/bulan untuk JKK dan Rp 6.800 untuk JK,” jelas Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta Didi Sumardi saat menggelar sosialisasi di Aula Desa Karang Mukti, Kec Cipendeuy, Subang.

Didi mengemukakan, tahap awal Desa Karang Mukti akan dijadikan pilot project. Diharapkan, usai tingkat desa naik ke tingkat kecamatan.

“Manfaat bagi peserta, bila terjadi kecelakaan kerja. Jaminannya unlimited, artinya biaya pengobatan akan ditanggung dengan nilai tak terbatas sampai dengan return work. Termasuk jika mengalami musibah, baik itu sembuh tanpa cacat maupun sembuh tapi cacat hingga meninggal akan mendapatkan santunan,” jelasnya.

Didi menjelaskan pekerja informal diharapkan ikut kepesertaan BPJS diantaranya petani, tukang ojek, dan lainnya.

PEKERJA INFORMAL

“Pekerja informal seperti petani, bila sedang bertani disawah kalau terjadi kecelakaan kerja seperti dipatuk ular atau disebabkan oleh hal lain. Biaya pengobatan akan dijamin secara tidak terbatas,” jelasnya.

Didi mengakui pihaknya menggandeng DPC Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) untuk merealisasikan program JKK dan JK bagi pekerja informal Desa Karang Mukti.

Ketua Sarbumusi Subang Iwan Sudarman mengusulkan dana dari pemerintah difokuskan bagi jaminan sosial masyarakat.

Kata dia, pihaknya akan membuka kerjasama dengan Apdesi guna menjaring pekerja informal disetiap desa.

“Diharapkan, mereka membuat Perdes mengenai wajib ikut menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan informal. Fungsinya, mensosialisasikan, mengambil iuran dari masyarakat dan mengurus korban,” saran dia.
(dadan/sir)