Monday, 17 June 2019

Intiplah Wanita Mandi Sampai ke Negeri Cina

Kamis, 19 Mei 2016 — 6:18 WIB

 

SEBAGAI istri Partinah, 45, sangatlah kesal. Suaminya ketika dinas di China selama dua tahun, hobinya justru mengintip wanita mandi. Istri sendiri yang ingin rapel kerinduan tak digubris. Ketika suami pilih kembali ke China untuk melestarikan hobi lamanya, Partinah memilih menggugat cerai saja.

Kata orang tua, orang yang suka ngintip orang mandi akan bintitan di matanya. Anak muda era gombalisasi seperti sekarang ini, mana percaya. Maka lelaki yang ingin melihat wanita seindah warna aslinya, ada saja yang punya hobi demikian. Di media masa seringkali disebut, pelaku intip-mengintip ini dihakimi masa, sampai jatuh ke tangan hakim di Pengadilan Negeri.

Kuntadi, 35, warga kota Surabaya, semula normal-normal saja sebagai lelaki. Dia sangat sayang pada istrinya, Partinah. Tapi semenjak ditugaskan ke Guangzhou, Tiongkok selama dua tahun, hilanglah segala kearifan lokalnya. Dia lebih senang tulis menulis dalam huruf Mandarin. Paling parah, pada istri sendiri sudah tidak bergairah lagi.

Pangkal musababnya, selama di Guangzhou Kuntadi tinggal di apartemen. Di sebelahnya ada tinggal wanita cantik yang suka mengharu biru perasaannya. Sebab dia punya kamar mandi bersebelahan dengan kamar Kuntadi. Iseng-iseng sekali waktu mencoba mengintip ketika perempuan itu mandi, eh ternyata berhasil. Di sana Kuntadi bisa melihat dengan leluas ketika sicantik ini dalam posisi oncek-oncekan seperti singkong.

Ini menjadi hiburan gratis di kala Kuntadi jauh dari istri. Saking nyandunya, aksi ngintip wanita mandi itu menjadi hobi sehari-hari. Ketika tugas selesai dan kembali ke tanah air, di Surabaya sudah tidak tertarik lagi pada istrinya. Padahal Partinah yang sudah menyimpan rindu selama dua tahun, ingin membayar kerinduan pada suami itu dengan berlama-lama di tempat tidur.

Tapi hal itu tak pernah dinikmati. Malam hari hobinya menulis dalam Bahasa Mandarin. Jelas Partinah tidak tahu artinya. Diam-diam sekali waktu dia memfoto kopi tulisan China itu dan minta diterjemahkan oleh sahabatnya yang menguasai bahasa Mandarin. Wih….., isi terjemahannya sangat mengerikan. Isinya antara lain: Bau tubuhmu tak sampai hidungku. Namun keindahan tiap lekuk tubuhmu membuat aku tercengang. Tak mengedipkan mata. Tersungkur tanpa malu. Malamku terusik denganmu’.

Puisi yang lebih “indah” dari ciptaan Chairil Anwar itu membuat Partinah sakit hati dan kecewa berat. Dia menduga suaminya punya WIL di Guangzhou. Chairil Anwar ingin hidup seribu tahun lagi, karena mengaku sebagai binatang jalang. Lha Kuntadi suaminya ini buat apa, jika hidup 1.000 tahun hanya untuk mengintip perempuan mandi?

Partinah tahu hobi itu setelah Kuntadi berterus terang padanya. Sejak kembali ke Surabaya dia merasa kehilangan hobi lamanya. Sebab meski di rumah ada juga kamar mandi tetangga, pemiliknya wanita yang sudah nenek-nenek. Apa yang beginian mau ditelateni juga? Kan merusak selera dan nafsu.

Kuntadi mencoba pindah ke apartemen. Tapi di Surabaya tak ada yang kontruksi kamar mandinya seperti di Guangzhou. Pusing dia, sehingga akhirnya Kuntadi bertekad ingin kembali lagi ke Negeri China. Partinah yang kecewa berat akan kelainan seks suaminya, memilih bercerai saja. Maka dia menggugatlah lewat Pengadilan Negeri Surabaya.

Masak papatah lama harus direvisi: intiplah wanita mandi sampai ke Negeri Cina? (JPNN/Gunarso TS)

  • embercor

    Pos kota memang bikin ngakak gaya bahasanya..???