Thursday, 20 September 2018

Patung Budha Tidur yang Terbesar ada di Vihara Dharma Bogor

Jumat, 20 Mei 2016 — 21:48 WIB
Patung Budha yang cukup besar dalam posisi tidur di Vihara Budha Dharma

Patung Budha yang cukup besar dalam posisi tidur di Vihara Budha Dharma

‪BOGOR (Pos Kota) – Hari Raya Waisak ke 2560 tahun 2016 jatuh pada hari Minggu (22/5).  Sejumlah vihara baik di Kota maupun Kabupaten Bogor, berbena menyambut hari raya umat Budha ini.

Dari semua vihara di Bogor, Vihara Buddha Dharma menampilkan nuansa berbeda. Tempat ibadah umat Budha yang berlokasi di Kampung Jati RT 02/06 Desa Tonjong Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor ini, memiliki patung Budha raksasa dalam posisi tidur.

‪Patung dengan panjang 18 meter dan tinggi 5 meter ini, merupakan patung Budha terbesar di Bogor. Bahkan disebut-sebut terbesar di Jawa Barat. Patung dengan posisi tidur menghadap ke kanan dengan kepala yang ditadah dengan telapak tangan kanan ini, selalu ramai di kala hari raya.

‪Mata patung yang terpejam dan senyum yang terpancar di wajahnya, melambangkan ketenangan dan kedamaian.

Posisi Budha Tertidur ini juga diakui, melambangkan meditasi sang Budha saat mendapat pencerahan.‬

“Hari Raya Waisak, akan digunakan umat Budha untuk beribadah. Umat datang memenuhi vihara, untuk memanjatkan doa kepada yang Kuasa,”kata pendiri sekaligus pembina Vihara Buddha Dharma, Ade Utju Dhanu.

Pendiri sekaligus pembina Vihara Buddha Dharma bercerita, jika patung Budha tidur ini dibangun sejak tahun 2010 bersamaan dengan dibangunnya vihara.

“Dari pembangunan patung hingga jadi seperti ini, butuh waktu 2 tahun. Sangat sulit memang untuk membuat patung Budha dengan posisi tidur ini,”kata Ade Utju Dhanu.

Dalam merancang hingga menghasilkan patung bernilai seni dengan memiliki makna penting ini, pihaknya menghabiskan 15 truk batu kali dan 500 sak semen.

“Banyaknya batu dan semen, karena di dalam bangunan patung Budha tersebut sangat padat. Di pastikan tidak ada ruang yang kosong pada patung. Hal ini bertujuan agar patung Budha tersebut kokoh dan tidak mudah rusak,”paparnya.

Untuk bantalan patung juga sangat perhitungkan. Bantalan dibuat sekokoh mungkin, agar kuat menahan beban patung Budha tidur yang beratnya ratusan kilogram.‬

Ade Utju Dhanu bercerita, agar patung Budha selesai sesuai harapan, maka dirinya melakukan ritual terlebih dahulu sebelum membikin patung.

“Awalnya kita pengurus di sini punya beberapa opsi. Pertama kami ingin patung terbuat dari batu utuh, tapi sangat sulit mencari batu sebesar itu. Lalu kita dapat petunjuk lain untuk membuat patung dari rangka besi saja, baru kita isi dalamnya dengan material. Kami doa-doa dan sedekah dulu sebelum melakukan pembangunan. Hasilnya kami kami semen dan batu,”tutur Ade.

Makna dari posisi patung Budha ini diakui, selain sebagai meditasi sang Budha dalam menerima pencerahan, juga sebagai contoh tidur yang baik dan berguna bagi kesehatan manusia.‬
Patung Budha tidur ini diakui, menjadi salah satu daya tarik bagi para umat yang melakukan doa apalagi hari raya.

“Ini patung Budha terbesar yang baru pertama saya lihat. Sangat mengangumkan. Nilai karya arsiteknya sangat tinggi,”kata Silvi 35, pengunjung dari Bekasi.

Silvi yang mengetahui adanya patung Budha dari media massa ini berharap, agar patung terus terpelihara, agar menjadi salah satu kebanggaan dari Vihara Budha Dharma dan juga umat Budha sendiri. (yopi)