Thursday, 19 September 2019

Daftar Tunggu Berangkat Haji di Indramayu 10 Tahun

Rabu, 25 Mei 2016 — 8:28 WIB
Kantor Pusat Pelayanan dan Informasi Haji Terpadu Indramayu, Jawa Barat. (taryani)

Kantor Pusat Pelayanan dan Informasi Haji Terpadu Indramayu, Jawa Barat. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Kantor Kementerian Agama kabupaten Indramayu mengeluarkan aturan baru yang berlaku mulai tahun ini bagi kaum muslimin yang sudah berhaji namun ingin mendaftar haji lagi waiting list (daftar tunggu) nya harus 10 tahun. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya bagi yang sudah berhaji bisa berangkat haji tahun depan.

“Jadi bagi yang sudah berhaji kemudian ingin mendaftar haji lagi pada tahun 2016 ini baru bisa berangkat ke Mekah pada tahun 2026,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Moh.Aksan dihubungi Pos Kota.

Dikatakan, biaya haji atau ONH Tahun ini mengalami penurunan. Namun sampai sekarang ini pihaknya belum menerima juklak yang menentukan besaran penurunan itu. “Kami masih menunggu pengumuman dari pemerintah,” katanya.

Ditanya mengenai adanya penambahan kuota haji sebesar 20 persen, kata Moh.Aksan pihaknya juga belum menerima juklaknya. Perhitungan kuota haji bagi daerah sebenarnya tidak sulit. Yaitu 20 persen dikalikan dengan jumlah penduduk muslim yang ada.

UNTUNGKAN PETANI

Di Indramayu kaum muslimin yang berangkat haji itu jumlahnya didominasi oleh para petani yang justru tinggal di desa-desa. Perhitungan ONH tahun sekarang, jauh lebih menguntungkan para petani dibandingkan ketika petani berangkat haji pada tahun 70-an. Pada tahun 70-an katanya masyarakat khususnya petani yang ingin mendaftar haji itu terpaksa harus menjual sawahnya sampai 1 bau atau 5 ribu are.

“Kalau sekarang untuk membayar ONH petani cukup menjual hasil panen berupa gabah sebanyak 100 kwintal saja dan uangnya sudah bisa berangkat haji untuk dua orang. Jadi biaya haji sekarang bagi para petani itu jauh lebih murah dibandingkan Tahun 70-an,” ujarnya.

Sekarang harga gabah per Kg sudah mencapai Rp5 ribu. Kalau dijualnya pada saat musim paceklik bisa mencapai Rp6 ribu. Jadi kalau petani menjual 100 kwintal gabah maka hasilnya sudah mencapai Rp50 juta. Uang hasil penjualan gabah itu cukup untuk membayar ONH bagi 2 orang.

Menyinggung soal waiting list atau daftar tunggu haji kata Moh. Aksan di Jawa Barat daftar tunggu haji itu waktunya antara 13 tahun hingga 15 tahun. Ini masih mendingan dibandingkan di Makassar, kaum muslimin daftar haji baru bisa berangkat menunggu selama 29 tahun.

(taryani/sir)

  • Mangap

    Sebaiknya yang sudah naik haji jika ingin naik haji lagi dikenakan pajak yang tinggi saja.
    agar yang lain kebagian dan antrian tidak terlalu panjang