Wednesday, 13 December 2017

Si Melon Langka, Ibu Rumahtangga Tidak Masak

Rabu, 25 Mei 2016 — 9:25 WIB
Gas tabung elpiji 3 kilogram di Sukabumi sudah dua minggu terakhir, langka.

Gas tabung elpiji 3 kilogram di Sukabumi sudah dua minggu terakhir, langka.

SUKABUMI (Pos Kota) – Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sudah beberapa hari terakhir kelimpungan ketika hendak memasak.

Kondisi itu menyusul susahnya mendapatkan gas elpiji berukuran tiga kilogram atau si melon. Akibatnya, sebagian dari mereka terpaksa berhenti memasak dan membeli makanan sudah jadi.

Pengamatan Pos Kota,  di beberapa penjual tingkat eceran di Kecamatan Cicurug, sudah kehabisan si melon. Dari pengakuan mereka, minimnya pasokan si melon sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Akibatnya, mereka tak bisa memenuhi banyaknya permintaan para konsumen ketika hendak membeli barang yang tampaknya sudah menjadi kebutuhan pokok tersebut.

“Kalau kondisi normal, pasokan dari pangkalan biasanya mencapai 50 tabung. Tapi sudah dua mingguan paling warung saya dipasok setengahnya. Sekarang ini, begitu ada kiriman gas elpiji langsung ludes terjual. Harga di sini pertabungnya Rp20 ribu. Karena sekarang terbatas, banyak warga yang tidak kebagian gas elpiji ini,” terang Suryadi, 40, salah seorang pengecer di Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

TIDAK MEMASAK

Eva, 27, ibu rumahtangga,  asal Desa Pasawahan mengaku sudah seminggu terakhir tidak bisa memasak karena ketiadaan si melon di warung-warung di kampungnya. Selama itu pula, dia terpaksa membeli makanan jadi untuk masakan sehari-hari.

“Kalau pun ada, harga pertabung gas tiga kilogram berkisar Rp21 ribu-Rp22 ribu. Padahal, sebelumnya hanya Rp20 ribu. Ya terpaksa deh engga bisa masak kalau tabung gas kosong mah,” keluhnya.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Sejauh ini belum diketahui penyebab langkanya si melon tersebut.

(sule/sir)