Thursday, 15 November 2018

Urai Kemacetan di Jakarta Perlu Ide Gila

Rabu, 25 Mei 2016 — 7:40 WIB
Kondisi kepadatan Jalan Thamrin.

Kondisi kepadatan Jalan Thamrin.

JAKARTA (Pos Kota)- Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah untuk mengurai kemacetan di Jakarta butuh ide gila dan penanganan pola transportasi makro secara berbarengan. Mulai dari pengembangan transportasi massal dan peningkatan pelayanan angkutan umum, penambahan ruas jalan serta pembatasan kendaraan.

Saat ini, kata Andri, pembangunan moda transportasi berbasis rel seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) tengah dilakukan. Begitu juga dengan penambahan jalan layang Semanggi. Sambil menunggu operasional tersebut yang diperkirakan pada 2018, pihaknya sedang mengebut peningkatan pelayanan angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT) dan non BRT yang saling terintegrasi dengan sistem rupiah perkilometer. Termasuk menyiapkan sarana pejalan kaki dan park and ride-nya.

Sementara upaya yang dilakukan dalam waktu dekat untuk atasi kemacetan terutama setelah kebijakan 3 in 1 dihapus dan program ERP belum bisa dilakukan, Andri menuturkan bila pihaknya hanya mampu mengatur arus lalu lintas dengan menempatkan petugas di setiap simpang jalan dan simpul kemacetan. Termasuk dengan trafic light-nya.

Anggota Komisi B DPRD DKI, Yuke Yurike meminta Pemprov DKI tidak membuat bingung masyarakat dengan wacana-wacana pengganti 3 in 1. Artinya, Pemprov DKI harus konsisten dalam kebijaknya.

Menurutnya, apabila memang dihapus 3 in 1 dan membiarkanya bebas sambil menunggu ERP, dirinya meminta agar masa transisi ini dijadikan triger untuk meningkatkan angkutan umum dengan sistem rupiah perkilometer. Sehingga, kata dia, tidak ada lagi rute angkutan yang tumpang tindih dan benar-benar dapat memenuhi perjalanan masyarakat.(guruh)

  • Mangap

    Coba adakan lomba untuk cari ide/ solusi mengatasi kemacetan Jakarta.
    berikan hadiah menarik untuk yang bisa memberikan ide terbaik untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.
    terutama daerah yang macet parah, seperti
    Cawang, Taman Anggrek , Mampang, Matraman, dll

  • Leo Astuti Waljinah

    perluas ganjil genap dan gratiskan semua angkot dan bis, mikrolet, oplet