Tuesday, 16 October 2018

Hukuman Penjahat Seks, Mati, Kebiri dan Dipasang Chip Elektrik

Kamis, 26 Mei 2016 — 20:25 WIB
Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak.

JAKARTA (Pos Kota) -Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, Rabu (25/5).

Langkah Presiden sebagai respon maraknya kejahatan seksual dengan kekerasan terhadap anak-anak perempuan. Selama ini hukuman maksimal terhadap anak hanya 10 tahun sehingga dianggap tidak adil.

Dari perubahan itu, maka hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak bisa mencapai 20 tahun, seumur hidup serta pidana mati. Ketentuan baru ini juga mengatur tentang kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik dan pemasangan alat deteksi elektronik (chip) terhadap pelaku yang melakukan kejahatan berulang.

Perpu ini memperberat hukuman pada pasal 81 dan pasal 82 dan menambah pasal 81 pada UU Perlindngan Anak. “Ini merupakan pembelaan terhadap korban kejahatan seksual, agar mendapat keadilan,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait.(ahi/us)