Wednesday, 21 November 2018

Pertamina Jamin Pasokan BBM & Gas Elpiji Aman Selama Ramadhan

Minggu, 29 Mei 2016 — 9:10 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III yang meliputi wilayah Jawa Bagian Barat (DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten) menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1437 H aman.

Seperti halnya Pertamina MOR III yang meliputi wilayah Jawa Bagian Barat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

“Kami sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kenaikan pemakaian BBM dan gas elpiji pada periode tersebut,” kata Jumali, General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III.
Ia mengungkap pemakaian BBM dan gas elpiji selama masa Puasa dan Lebaran 2016 di wilayah Jawa Bagian Barat diperkirakan naik. Untuk BBM rata-rata naik 12% dan gas elpiji 6%.

Kemudiann pertamax diperkirakan naik 28% dari rata-rata harian normal 4.800 kilo liter (Kl) menjadi 6.246 Kl, pertalite naik 36% dari rata-rata harian normal 3.160 Kl menjadi 4.328 Kl. Premium naik 3% dari rata-rata harian normal 17.600 Kl menjadi 18.157 Kl.

“Sedangkan solar diperkirakan turun dan terserap 78% atau sekitar 6.708 Kl dari total rata-rata penyaluran harian sebesar 8.560 Kl,” jelasnya.

Menurunnya konsumsi solar ini, karena ada larangan truk beroperasi pada saat mendekati hari H.

Konsumsi Avtur diperkirakan akan naik 7% menjadi 6.443 Kl/hari. Untuk konsumsi gas elpiji diperkirakan naik 6% dari rata-rata harian 7.250 metrik ton (MT) menjadi 7.650 MT.

MENJAGA STOK

Untuk itu, Pertamina MOR III terus menjaga stok BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten dalam kondisi aman selama puasa dan lebaran dengan rata-rata ketahanan stok pada periode tersebut.

Masing stok premium 10,2 hari, solar 31,9 hari, avtur 7,08 hari, pertamax 12,1 hari, pertamax plus 55,2 hari, pertalite 24,2 hari dan gas elpiji 4,3 hari.

Untuk mendukung kelancaran distribusi dan ketahanan stock, Pertamina membentuk Posko Satgas untuk memantau tersedianya BBM dan gas elpiji.

Langkah lain yang disiapkan Pertamina dalam menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG meliputi monitoring stok BBM dan Avtur di TBBM & DPPU di seluruh Terminal BBM dengan sistem komputerisasi SIM S&D (Sistem Informasi Management Supply & Distribution), pengoperasian Terminal BBM, SPBU, dan SPPBE sepanjang 24 jam, khususnya di sepanjang jalur mudik utama.

Pertamina didukung Hiswana Migas selalu fokus pada pemenuhan stok di seluruh SPBU, khususnya di jalur gemuk yang diperkirakan dipadati kendaraan selama liburan panjang, seperti tol Cipularang dan Cipali.

Dalam upaya memastikan kelancaran distribusi BBM dan pengawasaan pendistribusian LPG, Pertamina juga bekerjasama dengan pemda, kepolisian serta dinas terkait lainnya.

(setiawan/sir)