Thursday, 20 September 2018

Kasus Proyek Pengendali Banjir

Kejagung Selidiki Tiga Sudin PU Tata Air di DKI

Senin, 30 Mei 2016 — 15:09 WIB
Gedung Kejaksaan Agung,

Gedung Kejaksaan Agung,

JAKARTA (Pos Kota) – Diam-diam, Kejaksaan Agung tengah menyelidiki kasus Dana Kegiatan Swakelola pada Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Tata Air‎ Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

“Di semua wilayah DKI tengah diselidiki. Jadi, tidak hanya di Sudin PU Tata Air Jakarta Barat dan Sudin PU Tata Air Jakarta Timur yang telah ditingkatkan ke penyidikan dan bahkan para tersangkanya telah ditahan dan diajukan ke pengadilan,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, di Kejagung, Senin (30/5).

Menurut Arminsyah, yang juga mantan Jaksa Agung Muda Intelijen, modus dugaan korupsi di tiga Sudin PU Tata Air wilayah itu hampir sama dengan yang terjadi di Sudin PU Tata Air Jakbar dan Jaktim.
“Umumnya, yang diduga dilakukan oleh para pelaku, dengan cara pemotongan dana anggaran proyek. Hanya besaran, mungkin berbeda,” jelas Arminsyah.

Dia belum dapat memastikan kapan tiga kasus serupa di Sudin PU Tata Air Jakpus, Jakut dan Jaksel ditingkatkan ke penyidikan. “Tunggu saja, itu tugas Pak Direktur Penyidikan (Fadil Zumhana).”
Fadil Zumhana yang ditemui terpisah membenarkan tengah dilakukan penyelidikan kasus serupa pada Dinas PU Tata Air di wilayah lain, di DKI Jakarta. “Tim sedang bekerja,” ujarnya enggan berkomentar banyak.

BERTAMBAH

Kasus di Sudin PU Tata Air Jaktim yang memakan biaya sebesar Rp92,7 miliar, 2013 telah ditingkatkan ke penyidikan, awal Mei dan ditetapkan tiga tersangka.

Mereka, terdiri JW selaku PNS Dinas Perumahan Propinsi DKI Bidang Pembangunan Perumahan (Mantan Kepala Sudin PU Tata Air Jaktim, periode Juli 2013 sampai Juli 2014),
Lalu, HD (Mantan Kepala Sudin PU Tata Air Jaktim, 2014) dan S (Mantan Kepala Sudin PU Tata Air Jaktim, periode 2010 – 2013).

Mereka terancam hukuman penjara 20 tahun sesuai UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001. Ketiga tersangka segera dicegah dan diduga akan ditahan.

SUDIN TATA AIR

Kasus ini pengembangan dari 14 tersangka dalam kasus serupa di Sudin PU Tata Air Jakbar. Dimana tiga diantaranya sudah dilimpah ke pengadilan. Yakni Pamudji, Wagiman dan Monan Ritonga.
Tiga tersangka lain, 14 April 2016 telah ditahan, yakni Binahar Pangaribuan (BP), wiraswasta, Nurhadi(Mantan Kasie Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar 2013, dan Arnold Welly Arde (AWA) (Direktur PT. Citra Cisangge).

Delapan tersangka lain, yang ditetapkan, sejak 21 Maret, adalah Yoyo Suryanto (Staf Administrasi Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013), Raden Sugiyarto (Mantan Kasie Dinas Tata Air Kecamatan Kebon Jeruk pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013) dan Subari (Mantan Kasie Dinas Tata Air Kecamatan Kembangan pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013), Heri Setyawan (Staf Administrasi Seksi Pemeliharaan pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013).

Dan Heddy Hamrullah (Mantan Kasie Dinas Tata Air Kecamatan Cengkareng pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013, Lalu, Amir Pangaribuan (Mantan Kasie Pemeliharaan pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013), Ahmad Mawardy (Staf Administrasi Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013 dan Eko Prihartono (Mantan Kasie Dinas Tata Air Kecamatan Grogol Petamburan pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013).

(ahi/sir)

  • Victor Irianto Napitupulu

    … bagaimana, kelanjutannya tuh min. Awas, masuk angin. BRO