Friday, 24 November 2017

Ahok :Reklamasi Teluk Jakarta Lanjut

Selasa, 31 Mei 2016 — 22:18 WIB
Gubernur Ahok

Gubernur Ahok

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur Ahok memastikan reklamasi Teluk Jakarta tetap lanjut. Meskipun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memenangkan gugatan nelayan terhadap reklamasi Pulau G, pembangunan tetap berlanjut.

“Reklamasi Teluk Jakarta tetap jalan. Memangnya kenapa, di seluruh dunia mana pun, juga ada reklamasi,” tegas Ahok, Selasa (31/5).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengkalim, selama ini tidak ada pihak yang menentang reklamasi Teluk Jakarta. Persoalan yang dipermasalahkan adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh pengembang dalam mereklamasi.

Pengembang, lanjut Ahok, banyak tidak melihat aspek lingkungan. “Sekarang kalau enggak mau reklamasi, Jakarta tambah padat. Seluruh dunia juga ada reklamasi kok, Dubai juga reklamasi,” tandasnya.

TUNDA PELAKSANAAN

Sementara itu majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Selasa (31/5) mengabulkan gugatan nelayan atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Putusan itu dibacakan hakim ketua Adhi Budhi Sulistyo yang memerintahkan agar tergugat menunda pelaksanaan keputusan Gubernur DKI sampai berkekuatan hukum tetap. “Memerintahkan tergugat untuk menunda pelaksanaan keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 kepada PT Muara Wisesa Samudra (MWS) tertanggal 23 Desember 2014 sampai putusan ini berkekuatan hukum tetap,” ujar Adhi.

Dalam pokok perkara, hakim mengabulkan gugatan para penggugat. Hakim menyatakan batal atau tidak sah keputusan gubernur tersebut.

“Mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang pemberian izin pelaksanaan reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra,” ujar Adhi.
Hakim juga membebankan biaya perkara Rp315.000 kepada tergugat dan tergugat intervensi, yakni PT Muara Wisesa Samudra.

PENGCARA KECEWA

Menanggapi putusan hukum tersebut, pengacara PT Muara Wisesa Samudera (MWS), anak perusahaan Agung Podomoro Land (APLN), Ibnu Akhyat, mengaku kecewa.

“Kami kecewa dengan keputusan PTUN yang mengabulkan gugatan penggugat,” ujarnya. Namun, PT MWS tetap menghormati keputusan tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan banding atas putusan PTUN tersebut.

Sebelumnya Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendaftarkan gugatan terkait SK Pemberian Izin Reklamasi di PTUN pada 15 September 2015 lalu. Nelayan menganggap izin reklamasi yang dikeluarkan Gubernur Ahok melanggar sejumlah aturan dan berdampak merugikan nelayan. (guruh)

  • FOX99Group.

    POKERFOX99..
    Adalah AgentPOKER dan GAMESonline Penyedia Jasa Permainan POKERonline
    TERBAIK dan TERPERCAYA……!!!
    1.. 1 user ID terdapat 5 Permainan
    2.. Bonus Newmember 10%.
    3.. Bonus Depo 5% (100rb).
    4.. Bonus Referral 15% (seumur Hidup)

    BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI DI : pokerfox99.c~m (~ =O )
    DIJAMAIN ANDA PASTI PUAS……!!!
    whatsApp +855714419101 BBerry : 5E268AEC.
    CS livechat Kami 24 jam setia menanti Anda.. Terima Kasih,..

  • Pengkor

    Reklamasi sbg benteng pencegah tsunami di Jakarta agar Jakarta aman dari tsunami jika ada comet yang jatuh ke bumi.