Wednesday, 20 September 2017

Usulan Warga Tidak Ditanggapi

Jalan Bongas-Anjatan Indramayu Rusak Parah

Rabu, 1 Juni 2016 — 9:04 WIB
Jalan penghubung wilayah Kecamatan Bongas - wilayah Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mirip kubangan kerbau. (taryani)

Jalan penghubung wilayah Kecamatan Bongas - wilayah Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mirip kubangan kerbau. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Masyarakat Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir ini sering naik darah. Itu lantaran kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Plawangan, Kecamatan Bongas menuju Desa Lempuyang, Kecamatan Anjatan, rusak parah yang hingga saat ini belum tersentuh perbaikan.

Dampak jalan rusak kata Warso, warga, selain menghambat laju perekonomian masyarakat yang sebagian besar hidup dari hasil pertanian, juga membuat boros BBM pemilik kendaraan serta cepat rusaknya onderdil kendaraan bermotor, terutama ban dan rem. Warga sekitar sudah cukup lama mengusulkan agar jalan yang rusak itu diperbaiki. Sayangnya usulan warga tidak direspon Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Melalui jalan yang rusak juga berpengaruh terhadap naiknya biaya transportasi angkutan hasil bumi. Yang menyedihkan kata dia tengkulak seenaknya menurunkan harga beli gabah secara sepihak dengan alasan jalannya rusak.

“Semua alasan-alasan yang muncul karena jalan rusak itu sama sekali tidak menguntungkan masyarakat,” ujarnya. Karena itu katanya, sebagai bagian dari elemen masyarakat ia mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera memperbaiki kerusakan Jalan Kabupaten yang sudah sangat parah itu.

Salah seorang sopir angkutan penumpang umum Kardi, mengemukakan, setiap hari bekerja menarik penumpang melewati jalur tersebut membuat perut sering sakit. Ia terpaksa harus rutin melakukan urut guna membetulkan letak urat yang melintir. Jalan rusak katanya membuat onderdil mobil cepat rusak. Padahal ongkos angkut tidak ada kenaikan.

Kondisi jalan yang rusak selain menyusahkan para pengguna jalan juga merepotkan pemilik rumah yang kebetulan tinggal di jalan yang rusak. Sebab jika musim kemarau jalannya berdebu kalau musim penghujan kondisinya becek penuh lumpur, ujar Ny.Warsih, warga.
(taryani/sir)