Wednesday, 19 September 2018

Kemenpar Genjot Wisata Halal di Makassar

Rabu, 1 Juni 2016 — 16:07 WIB
Salah satu tempat wisata di Makasar. (ist)

Salah satu tempat wisata di Makasar. (ist)

MAKASSAR (Pos Kota)  – Strategi Halal Tourism terus disebarluaskan ke pelaku bisnis pariwisata di negeri ini. Tidak hanya di Lombok, Aceh dan Sumatera Barat yang memang diproyeksikan oleh Kemenpar sebagai Halal Destination tapi juga Makassar.

”Pak Menteri Arief Yahya telah menciptakan tim percepatan wisata halal. Ini yang membuat kita semua bergerak lebih cepat, untuk sosialisasi ke para pelaku bisnis,” ujar Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Watie Moerany.

Bertempat di Hotel Aerotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kemenpar menggelar Sosialisasi Strategi Kerjasama Pemasaran Wisata Halal yang dilaksanakan tanggal 31 Mei 2016 yang digelar hingga 1 Juni 2016. Ini merupakan sosialisasi keempat yang dilakukan oleh Kemenpar, setelah sebelumnya digelar di DKI Jakarta 10-12 Mei 2016, lalu Aceh 18-20 Mei 2016, Padang 23-25 Mei 2016, dan nantinya akan dilanjutkan di Bandung 2-4 Juni 2016.

Agar percepatan dapat terlaksa, Kemenpar mengundang semua pihak, seperti Direktur Politeknik, Ketua MUI, Ketua Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Ketua PHRI Sulsel, Ketua Badan POM Sulsel, Ketua Pimpinan Media, pihak Kepolisian, Asita Sulsel, Asosiasi-asosiasi industri Pariwisata, manajer-manajer restoran di Sulses, pengelola objek wisata buatan maupun alam dan masih banyak lagi.

”Pergerakan wisatawan muslim di Indonesia sangat tinggi. Untuk Wisnus di perjalanan tahun 2015 terjadi 255 juta perjalanan dan pengeluaran total Rp 203.61 Triliun. Karena memang Wisata halal kenaikannya 100 persen cepat, akan menjadi generator besar pendapatan di tahun 2020, jadi sangat besar potensinya,” jelas Watie.

Wisata halal ini merupakan terobosan atas segmentasi pariwisata yang prospeknya sangat menjanjikan. Indonesia adalah peringkat ke 30 di dunia dengan pemeluk agama Islam terbanyak, yaitu 87,18%.

Menurut data Kemenpar, pengeluaran Wisatawan Muslim Nusantara pada tahun 2011 Rp160, 3 Triliun, tahun 2015 Rp179,2 Triliun. Sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan 2019 mengalami kenaikan sebesar 5% untuk rata-rata pertumbuhan target.

Watie menambahkan, bahwa profil pasar muslim Indonesia antara lain adalah, Muslim era baru sebanyak 16 %, muslim konservatif sebanyak 3 %, muslim liberal 12 %, muslim yang aktif 56 %, muslim yang hanya menjalankan ibadah 13 %.
”Dari analisa kajian tim percepatan pariwisata halal ini, maka tersusunlah strategi percepatan pariwisata halal yang yang akan disosialisasikan. Dan saat ini kami lakukan di Makassar,”ujar wanita yang ramah kepada wartawan itu.

Lebih lanjut Watie mengatakan, kegiatan yang digelarnya itu bertujuan untuk mensosialisasikan rekomendasi dari tim percepatan wisata halal yang arahnya digunakan sebagai rancangan kerjasama dengan para pelaku bisnis dan industri.”Sehingga target Pergerakan Wisatawan Nusantara di tahun 2016 sebesar 260 Juta dan pada tahun 2019 sebesar 275 Juta perjalanan dapat dicapai,” tandasnya. (prihandoko/mb)