Tuesday, 25 September 2018

Morotai Bakal Disulap Jadi Wisata Kelas Dunia

Rabu, 1 Juni 2016 — 15:17 WIB
Kawasan wisata Morotai. (ist)

Kawasan wisata Morotai. (ist)

MOROTAI (Pos Kota)  – Simsalabim, abrakadabra! Morotai, Maluku Utara bakal disulap menjadi destinasi wisata kelas dunia. Levelnya akan didorong sejajar dengan beragam kota wisata dunia seperti Dubai, Abu Dhabi, Hongkong dan Singapura yang sukses dengan statusnya sebagai Hub Countries.

“Karenanya tanggal 1 Juni 2016 akan ada launching untuk Wonderful Morotai Island 2016. Evennya sendiri akan dilakukan 26 September – 20 Oktober 2016, bersamaan dengan merapatnya yacht ke Morotai,” terang Pokja 10 Top Destinasi prioritas Pulau Morotai, Arie Suhendro, yang didampingi Ketua Pokja Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Wonderful Morotai Island 2016 ini diakui sebagai event  terbesar dengan meng kombinasikan daya tarik wisata alam/bahari, budaya dan buatan. Daya tarik wisata alam/baharinya akan dikembangkan di Pulau Mititia, Pulau Dodola, dan Pulau Kokoya. Daya tarik wisata budayanya akan diarahkan ke Pulau Zum Zum, Tugu Trikora dan Desa Gotalamo. Sementara daya tarik wisata buatan akan mengarah ke KEK Morotai, Museum PD II dan Pulau Kolorai.

“Kami akan terus memperkuat 3A ( Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas). Atraksinya dimulai dengan tiga daya tarik wisata tadi. Pada saat sudah tercapai target menimal, bergerak ke yang lain, karena banyak daerah wisata yang bisa dikunjungi di Morotai,” tambah Arie.

Saat ini, Pokja 10 Destinasi prioritas Pulau Morotai sudah menyiapkan 24 pulau kecil yang akan dikembangkan. Sebanyak 19 di antaranya adalah lokasi diving. “Aksesibilitas yang dikembangkan adalah akses udara, akses laut, akses darat. Fokus utama saat ini adalah bandara. Dari tidak ada penerbangan ke Morotai, sejak tanggal 18 Maret 2016 ada satu kali penerbangan per minggu untuk 18 seat dengan Dimonim Air. Sejak tanggal 27 April 2016 meningkat menjadi tujuh kali per minggu untuk 70 seat dengan Wings Air,” urai Arie.

Untuk urusan amenitas, sektor kelistrikan, air dan pemukiman dan telekomunikasi, menjadi prioritas teratas. Dan hal itu, sudah mulai dijalankan bersama sejumlah BUMN dan instansi terkait lainnya.

Morotai terus berkembang

Lantas bagaimana dengan home stay dan toilet? Soal ini, Arie mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah. Morotai melalui PT Jababeka Morotai, menurutnya, sudah siap membangun home stay dan toilet sebanyak 1.000 unit pada 2017, 3.000 unit pada 2018 dan 6.000 unit tahun 2019.

Gerak cepat Pokja 10 Destinasi prioritas Pulau Morotai tidak berhenti sampai di situ. Pengembangan bandara juga ikut dipikirkan. Sebagai destinasi kelas dunia, Morotai mutlak memiliki bandara kelas internasional. “ Ada 3000 meter runway, yang disiapkan baru 2400 meter. Jadi masih perlu program peningkatan runway 600 meter lagi. Untuk manuver pesawat, juga perlu peningkatan dari eksisting 40 meter menjadi 45-60 meter,” ujarnya.

“Ini salah satu yang terbaik di Indonesia. Tinggal memperbanyak bus di darat saja. Dengan hadirnya Dimonim Air dengan 18 seat, Wings Air dengan 70 seat dan peningkatan demand, setidaknya dibutuhkan minimal empat bus berkapasitas 20 seat. Hal lain yang dibutuhkan adalah peluasan ruang tunggu penumpang, penambahan listrik, AC, SDM dan imigrasi,” ungkapnya.

Meski masih dalam proses pengembangan, Arie pede bisa mendongkrak angka kunjungan wisman ke Morotai. Hingga 2019, Arie optimistis bisa menggaet hingga 500.000 kunjungan wisman.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya memang terus mendukung Morotai Maltara untuk menjadi destinasi kelas dunia. “Memang harus ada investor besar yang masuk dan membangun amenitas di Morotai. Ada beberapa yang sudah komitmen untuk masuk. Tentu, akses bandara dan publik facilities akan diseriusi oleh pemerintah, untuk menghidupkan kawasan yang sudah ditetapkan sebagai KEK –Kawasan Ekonomi Khusus– sejak lama itu,” ungkap Menpar Arief Yahya. “Sekarang sudah ada flights menuju ke Morotai, kalau dijadikan destinasi utama, pasti akan dibangun di sama,” sambungnya. (prihandoko/mb)