Friday, 19 July 2019

TAHAN DIRI

Rabu, 1 Juni 2016 — 5:55 WIB

Operasi Patuh sudah berakhir. Banyak sepeda motor yang kena tilang. Diharapkan nantinya pengendara sepeda motor lebih menahan diri dan patuh aturan,” kata Soleh sambil membalik koran.

“Manalah. Ada operasi saja banyak yang nggak patuh,” kata Lukman.

“Kupikir pengendara yang melanggar itu nggak usah ditilang,” kataku.

“Ah, kau ada-ada pula,” potong Lukman melirikku.

“Kalau nggak ditilang, diapakan,” kata Soleh.

“Aturannya diubah. Pengendara yang melanggar aturan, sepeda motornya ditahan selama satu minggu misalnya. Kalau sepeda motornya ditahan, kan orangnya bisa bikin apa-apa. Kalau ditilang, orangnya masih bisa kemana-mana bawa sepeda motor,” kataku.

“Ya juga, kalau sepeda motornya ditahan, kan orangnya jadi patah kaki, nggak bisa kemana-mana. Jumlah sepeda motor di jalan juga jadi kurang. Boleh juga itu,” kata Lukman.

“Ya, biarlah polisi yang memikirkannya,” kataku.

“Kita lihat saja. Ngomong-ngomong harga daging sapi dan ayam meroket naik,” kata Soleh.

“Biasalah, orang mau puasa begitu,” kata Lukman dengan tenang.

“Ya tampaknya sudah rutin. Belum bisa kita mengubah kebiasaan,” kataku.

“Maksud kau apa,” desak Lukman.

“Ya, biar saja harga daging naik, kita tahan diri nggak usah makan daging. Nggak makan daging kan nggak mati. Malah bagi beberapa orang, lebih sehat nggak makan daging,” kataku.

“Betul juga. Harga naik karena permintaan akan daging naik. Kalau kita tahan diri nggak makan daging, dan jumlahnya banyak, bukan nggak mungkin pedagang daging jadi lemas. Yang beli nggak banyak, kata Soleh.

“Sudah biasa bagi kita kalau sudah mau puasa kayak nggak bisa tahan diri. Apa saja dibeli. Coba sekali ini kita tahan diri. Beli yang perlu saja. Daging apa perlu? Kan biasanya nanti waktu akhir-akhir, waktu bikin ketupat, baru daging diperlukan,” kataku.

“Maka itu, kan sebentar lagi kita berpuasa. Mudah-mudahan kita dapat menahan diri. Lebih fokus dalam ibadah, nggak usah banyak mikiri makanan,” kata Soleh.

“Betul itu. Kapan lagi kita beribadah yang pahalanya dilipatgandakan Allah kecuali saat bulan Ramadhan. Dan ini setahun sekali. Kalau makan, bisa kapan saja,” kata Lukman.

“Maka kita berusaha meningkatkan ibadah dan berbuat baik selama Ramadhan,” kata Soleh.

“Tidak saja Ramadhan, setelah Ramadhan juga harus begitu,” kataku.

“Ya kita tahan diri untuk tidak berbuat yang tidak baik,” kata Soleh.

“Harus, kita yang sudah tua-tua begini mau apa lagi sih,” kataku. (lubis1209@gmail.com)

  • guntur

    memang parah di negeri ini,melanggar
    lalu lintas kalau tidak ada petugas nam
    paknya sudah menjadi kebanggaan.