Tuesday, 17 September 2019

Indonesia Kekurangan 500 Ribu Kantung Darah

Kamis, 2 Juni 2016 — 20:05 WIB
Menkes Nila F Moeloek. (Ist)

Menkes Nila F Moeloek. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia sesuai ketentuan WHO membutuhkan sekitar 5,1 juta kantung darah. Tetapi dari jumlah tersebut baru terpenuhi sekitar 4,6 juta kantung darah.

“Artinya kita masih membutuhkan 500 ribu kantung darah lagi. Ini jumlah yang cukup besar,” kata Menkes Nila F Moeloek di sela Hari Donor Darah Sedunia, Kamis (2/6).

Untuk memenuhi kebutuhan darah yang cukup besar tersebut Nila mengaku pernah berinisiatif mencanangkan donor darah serentak secara nasional. Tetapi ide tersebut ternyata justeru merepotkan PMI selaku pengumpul darah.

“Karena itu alangkah baiknya dilakukan bulan donor darah, sehingga kegiatan donor darah tidak menumpuk dalam satu waktu saja,” lanjutnya.

Dari persediaan darah yang ada di PMI diakui Nila, darah untuk ibu melahirkan adalah kebutuhan terbesar dari penggunaan donor darah. Ini terjadi akibat masih tingginya angka anemia ibu hamil di Indonesia.

Selain itu darah juga banyak dibutuhkan untuk kasus-kasus kecelakaan yang angkanya dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Terkait bulan puasa, Nila mengkhawatirkan penurunan jumlah pendonor darah. Karena aktivitas puasa membuat orang lemas dan ini menurunkan keinginan untuk donor.

“Padahal kalau dilakukan pada waktu yang tepat tentu donor darah saat bulan puasa tidak akan mengganggu kesehatan si pendonor,” ungkapnya. (Faisal/win)