Thursday, 20 September 2018

Bentrok Penggusuran di India, 24 Orang Tewas

Jumat, 3 Juni 2016 — 19:09 WIB
Pengikut sekte "revolusioner" di Mathura, India, yang diusir dari taman yang mereka tempati secara ilegal.

Pengikut sekte "revolusioner" di Mathura, India, yang diusir dari taman yang mereka tempati secara ilegal.

INDIA– Sekurangnya 24 orang tewas dan 40 lainnya terluka dalam bentrokan antara polisi dan penghuni liar di kota Mathura di India utara.

Bentrokan terjadi ketika polisi mencoba memindahkan anggota sebuah sekte keagamaan yang telah menghuni taman secara ilegal selama dua tahun terakhir.

Dua orang petugas senior polisi termasuk di antara yang tewas

Gubernur negara bagian Uttar Prades, Akhilesh Yadav, telah memerintahkan penyelidikan terhadap kekerasan yang terjadi.

Kepala polisi negara bagian Daljit Chaudary mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekitar 3.000 orang berkumpul untuk mencegah polisi mengambil alih taman dari anggota sekte ini.

Menurutnya polisi hanya membalas tembakan yang diarahkan kepada mereka.

Ditambahkan oleh Chaudary, beberapa orang tewas akibat tembakan polisi, tetapi setidaknya 11 orang meninggal karena kebakaran yang disebabkan oleh ledakan tabung gas.

Lebih dari 300 orang ditangkap dan situasi sudah dalam kendali polisi.

Polisi juga mengaku telah berhasil menyita sejumlah senjata api dari taman tersebut.

Pemrotes ini sebelumnya mengikuti seorang guru keagamaan menyatakan diri mereka sebagai “revolusioner” dan menyerukan perubahan terhadap konstitusi India.

Mereka menuntut agar posisi perdana menteri dan presiden India dihapuskan, serta agar pemerintah menurunkan harga bensin seharga 1 rupee.(bbc)