Tuesday, 25 September 2018

Pejabat Korup Bikin Rakyat Miskin Pejabat Puasa Apa Ingat si Miskin?

Selasa, 7 Juni 2016 — 5:35 WIB
koruptor

ORANG Islam diwajibkan puasa, salah satu tujuannya untuk bisa mengingat derita si miskin. Bagaimana dengan pejabat –beragama Islam– yang korupsi, apakah dia ingat si miskin, lebih-lebih saat berbuka. Sebab rakyat jadi miskin juga karena ulah para pejabat yang doyan korupsi. Pejabat korup berpuasa bertanya: nanti berbuka makan apa? Sebaliknya rakyat miskin bertanya: nanti berbuka apa yang dimakan?

Korupsi itu perilaku maling berdasi, sedangkan kata “pencuri” itu sendiri definisinya adalah: mengambil tanpa izin sesuatu yang bukan milik atau haknya. Maka pejabat yang korupsi, sama saja maling yang mengenakan dasi bahkan pakai safari di zaman Orde Baru.

Pejabat yang beragama Islam tentunya tahu hadist Nabi yang mengatakan: laknatullah ‘ala rosyi walmurtasyi (laknat Allah atas mereka yang terima suap dan menyuap). Tapi kenapa seperti KH Fuad Amin eks Bupati Bangkalan ditangkap KPK, kenapa pula eks Menag Suryadharma Ali juga divonis 10 tahun penjara dalam sidang Tipikor? Bahkan anggota DPR Zulkarnain Jabbar, tega pula mengkorupsi dana untuk pengadaan Alqur’an?

Bisa saja mereka berkilah bahwa apa yang dilakukan tak disadari sebagai tindakan korupsi. Maka sangat boleh jadi, kebijakan korup tersebut justru diteken pejabat di bulan puasa. Mereka baru sadar ketika rompi oranye telah dikenakannya. Padahal korupsi yang dilakukan pejabat secara masif, akan menjadikan rakyat miskin. Karena negara tak punya dana untuk mensejahterakan rakyatnya.

Hikmah puasa di antaranya adalah untuk bisa merasakan penderitaan si miskin. Mereka tidak jelas apa yang hendak dimakan selama puasa ini. Tapi pejabat, di kala berbuka makan apa saja bisa. Ketika mereka berbuka dengan hidangan mewahnya, ingatkan bahwa si miskin ada juga yang berbuka dengan bakaran singkong atau ubi?

Di bulan Ramadhan ini banyak juga pejabat yang jadi “musang berbulu ayam”. Mereka menggelar buka puasa bersama di rumahnya, menyantuni para yatim piatu. Tapi dana yang digunakan sesungguhnya berasal dari sikut sana sikut sini uang negara. Tetangga di lingkungannya baru terkaget-kaget, ketika bapak yang budiman, yang penyantun dan sangat santun itu digelandang ke KPK. – gunarso ts

  • Untung M

    Ingat,KPK harus “kuat & tajam” (Terpenting)

  • Pengkor

    Kata koruptor dosa kaga bejendol

  • Raimu

    Koruptor : Minta maaf pada Hari Raya Idul Fitri sudah cukup.