Tuesday, 23 July 2019

Bukan Hanya Larangan Puasa, Muslim Uighur Juga Dimata-matai di Mesjid

Rabu, 8 Juni 2016 — 14:54 WIB
Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. (reuters)

Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. (reuters)

CHINA  –  Pihak berwenang di wilayah Xinjiang barat laut, China, menahan 17 orang yang dianggap memprovokasi muslim Uighur untuk tetap menjalankan ibadah puasa meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan untuk berpuasa.

“Menurut sumber kami, polisi mengatakan mereka menyebarkan propaganda di gerbang masjid terkait Ramadhan,” ujar juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit, kepada RFA (Radio Free Asia) dikutip uyghuramerican.org.

Beijing memang menerapkan aturan ketat di wilayah Xinjiang yang banyak ditempati muslim Uighur. Pemerintah melarang anak di bawah 18 tahun belajar mengaji. Apabila diketahui ada anak yang belajar mengaji dan melakukan puasa, maka keluarganya akan dikenai denda dalam jumlah besar.

Orang tua dan wali dari anak-anak muslim Uighur pun, kerap ditekan oleh pejabat lokal untuk menandatangani perjanjian untuk tidak melakukan kegiatan keagaamaan.

“Pemerintah China telah melarang Uighur meninggalkan tempat tinggal mereka selama bulan Ramadhan, dan jika mereka pergi, mereka harus memberikan rincian mengenai jadwal kepergian mereka atau tujuan mereka,” kata Raxit.

Bukan hanya perihal puasa, pemerintah bahkan membayar mata-mata untuk melaporkan muslim Uighur yang mendatangi mesjid. “Teks khotbah di mesjid selama Ramadhan juga harus melewati sensor pemerintah dulu baru boleh disampaikan,” jelas Raxit.

Seorang warga China bermarga Zhang, mengatakan bahwa muslim Uighur akan tetap pada pendirian mereka untuk beribadah dan mengabaikan peraturan pemerintah. Namun, tentu saja hal tersebut dilakukan secara diam-diam. (embun)

 

  • Muhammad Fariz

    Keterlaluan! Kalau gw jadi Jokowi, gw bakal putusin hubungan diplomatik dengan RRT dan malah mengakui Taiwan sampai Tiongkok benar-benar berhenti melakukan diskriminasi terhadap etnis Uighur!