Monday, 29 May 2017

Korupsi Pengendalian Banjir Jakbar 11 Orang Diperiksa

Rabu, 8 Juni 2016 — 23:30 WIB
Gedung Kejaksaan Agung,

Gedung Kejaksaan Agung,

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memeriksa 11 pejabat, pegawai Suku Dinas (Sudin) Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Barat dan Pemprov DKI Jakarta serta dari swasta terkait kasus korupsi pengendalian banjir, di Jakarta Barat

“Namun ada dua orang yang tidak hadir. Satu Darmono beralasan ada kesibukan. Suryana tidak hadir tanpa alasan,” kata Kapuspenkum Muhamad Rum, di Kejagung, Rabu (8/6) sore.

Darmono, Direktur CV. Tiya Putri Bakti dan Suryana – Staf Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat.

Menurut Rum, kesembilan saksi yang diperiksa untuk pemberkasan 11 tersangka, yang baru ditetapkan, belum lama ini.

Kesembilan saksi itu, adalah

1.Samsudin (Staf Suku Dinas PU Tata Air Jakbar),

2.Fatahillah (Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI), Jakarta

3.Hali (Staf Sudin Dinas PU Tata Air Jakbar)

4.Mulyadi (Staf Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakbar),

5.Arief Riyanto (Kasi Dinas PU Tata Air Kecamatan Cempaka Putih Jakbar),

6.Achmad MS (Direktur CV. Yuafa Mandiri)

7.Neni Suri Wahyuni (Direktur CV. Pujakesuma Wahyu Anggada)

8.Subagio (Direktur CV. Sirara Agung Jaya)

9.Rina Novelina Simanjuntak (Swasta).

TIDAK DITAHAN

Sampai kini, yang ditetapkan baru tiga tersangka, yakni Binahar Dkk yang ditahan. Sedangkan delapan tersangka belum ditahan sama sekali.

Penetapan tersangka ini terkait kasus Penyalahgunaan Dana Swakelola Kegiatan Pemeliharaan dan Operasional Infrastruktur Pengendali Banjir pada Sudin PU Tata Air Jakbar, 2013.
Ini pengembangan dari tiga tersangka, sebelumnya yang kini sudah dimajukan ke pengadilan, yakni Wagiman, Monang Ritonga dan Pamudji. (ahi)