Saturday, 25 November 2017

Kakak Adik Babak Belur Dihajar Massa Saat Curi Motor Polisi

Senin, 13 Juni 2016 — 13:37 WIB
kakak beradik dimassa

LAMPUNG (Pos Kota) – Kakak beradik HH,19, dan SS,15, warga Jabung, Lampung Timur babak belur dihakimi massa karena kepergok mencuri motor di rumah anggota polisi Polres Lampung Selatan di Jalan Pagar Alam, Gang Kamboja, Kelurahan Langkapura, Tanjungkarang Barat, pada Minggu (12/6) lalu sekitar pukul 04.00 WIB.

Kedua tersangka, saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsekta Tanjungkarang Barat setelah diobati di rumah sakit.

“Kedua tersangka, sempat dihakimi massa karena kepergok saat akan membawa kabur motor curian,”kata Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Heru Adrian.

Heru Adrian mengutarakan, HH dan SS ini, merupakan kakak beradik tersangka curanmor. Keduanya melakukan aksi pencurian sepeda motor di rumah Topik Hidayat anggota polisi Polres Lampung Selatan di Jalan Pagar Alam, Gang Kamboja, Kelurahan Langkapura, Tanjungkarang Barat.

“HH dan SS mencuri motor korban di parkiran teras rumah, saat kedua tersangka akan membawa lari sepeda motor, aksinya dipergoki dengan pemilik rumah,”terangnya.

TERSANGKA

Menurutnya, tersangka sempat mengancam akan menembak pemilik rumah, lalu korban teriak sehingga teriakannya didengar warga sekitar.
Saat itu juga, warga mengejar kedua tersangka yang berusaha melarikan diri. Hingga akhirnya, keduanya dapat ditangkap warga tidak jauh dari lokasi pencurian.

“Massa yang geram dan kesal dengan ulah kedua tersangka, langsung memukuli keduanya hingga babak belur,”ungkapnya.

Dikatakannya, beruntung saat kejadian, petugas Bhabinkamtibmas datang dan menyelamatkan kedua tersangka dari amukan massa. Lalu Kedua tersangka, dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dari penangkapan HH dan SS, disita barang bukti satu buah kunci letter T bersama dua anak kuncinya dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih B 3074 CBD milik tersangka,”jelasnya.

Sementara untuk barang bukti lain, kata Heru, seperti senjata api (senpi) yang sebelumnya tersangka sempat mengancam akan menembak korban tidak ditemukan.

“Kedua tersangka mengaku tidak memiliki senjata api, hal itu diucapkan hanya sekedar untuk menakuti korban,”pungkasnya.

Kakak beradik pelaku curanmor yang dihakimi massa mengaku sudah 9 kali mencuri motor. Uang hasil jual motor dipakai untuk menghidupi kedua orang dan 3 adik mereka yang masih kecil.

(koesma/sir)