Wednesday, 21 November 2018

Dampak Bayar Tol Terintegrasi

Pedagang GT Cikopo Minta Izin Boleh Usaha

Senin, 13 Juni 2016 — 9:04 WIB
Satu pedagang di pinggir GT Cikopo. (dadan)

Satu pedagang di pinggir GT Cikopo. (dadan)

PURWAKARTA (Pos Kota) – Kalangan pedagang di pinggiran Gerbang Tol (GT) Cikopo, Purwakarta, ikut terdampak terkait peniadaan GT Cikopo pasca penetapan sistem pembayaran tol terintegrasi.

Kemarin malam, sekira 30-an pedagang kecil menyatroni Kantor GT Cikopo, memprotes pemasangan barriel (beton pembatas jalan) di pinggiran GT Cikopo.

“Untungnya semalam kita mendemo ke petugas di gardu tol meminta agar barriel menutupi jualan kita dibuka. Sekarang bisa berjualan lagi,” ungkap Mak Dedah, 50, warga Tanjung Garut, Campaka, Purwakarta.

Semalam juga diperoleh keterangan dari pihak pengelola gerbang tol, tidak akan mengusik mereka berjualan, tetapi tak menjamin usaha laku. Pasalnya, mobil akan terus melaju bila GT Cikopo tiada.

Diakuinya, para pedagang telah mendengar ikhwal pembongkaran GT Cikopo namun bergeming untuk tetap melakoni usaha yang telah mereka geluti hampir setahun. “Ini mata pencaharian. Saya tak akan menutup warung ini meski GT Cikopo tiada,” tegas Dedah.

Pantauan Pos Kota mengisyaratkan, sekira 30-an pedagang berjejer di sebelah kanan pinggiran GT Cikopo. Umumnya berjualan air mineral kemasan, kopi seduh, dan makanan ringan.

Mereka warga setempat dan mengadu peruntungan berjualan di pinggiran tol. Para pedagang ini tak mempermanenkan lapak jualan tetapi model pasang bongkar memakai penutup terpal, menempatkan meja dan kursi kayu. Buka pukul 16.00 dan tutup pukul 05.00 shubuh. Begitu alakadarnya.

“Kami minta tetap diijinkan usaha di sini,” pungkasnya.

(dadan/sir)