Tuesday, 25 September 2018

Suporter Beringas, Rusia Diancam Diusir dari Prancis

Selasa, 14 Juni 2016 — 21:13 WIB
Pemain-pemain Rusia terancam tidak bisa berlaga di Piala Eropa Prancis (reuters)

Pemain-pemain Rusia terancam tidak bisa berlaga di Piala Eropa Prancis (reuters)

PRANCIS – UEFA telah menjatuhi denda 150 ribu euro kepada Rusia dan mengancam mengusir Rusia dari Piala Eropa 2016 di Prancis bila masih terjadi aksi kekerasan di dalam stadion.

Suporter Rusia menyerang suporter Inggris di dalam stadion setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada Minggu (12/6) dinihari WIB kemarin.

Selama tiga hari, aksi kekerasan antar-suporter terjadi di kota Marseille yang membuat banyak suporter yang mengalami luka.

Denda dijatuhkan kepada asosiasi sepak bola Rusia (RFS) karena kerusuhan, penggunaan kembang api dan tingkah laku rasis, demikian menurut pernyataan UEFA. Bila masih terjadi kerusuhan di dalam stadion di semua laga Rusia, maka tim Rusia akan didiskualifikasi dari turnamen Piala Eropa 2016.

Striker Rusia, Artem Dzyuba, menduga sanksi UEFA bermuatan politis dan terkait dengan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia.

“Saya tidak bisa memastikan tapi ini satu kemungkinan. Kita bisa lihat bagaimana media Inggris membahas tentang insiden ini, membahas tentang Piala Dunia 2018,” ujar Dzyuba.

Inggris adalah salah satu negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Portugal-Spanyol dan Belgia-Belanda juga menawarkan diri sebagai tuan rumah bersama namun dalam pemungutan suara pemilihan tuan rumah, Rusia menjadi pemenangnya.

Menteri Olah Raga Rusia, Vitaly Mutko, juga menilai sanksi UEFA tidaklah adil. Menurutnya, bentrok yang terjadi tidak melibatkan tim Rusia.

“Tim Rusia tidak bersalah,” ujar Mutko seperti yang dikutip kantor berita Rusia, RIA. Walaupun keberatan dengan hukuman UEFA, Mutko tidak akan mengajukan banding.(daus)