Monday, 17 June 2019

Ahok Jengkel Pedagang Parcel Kembali Jualan di Trotoar Cikini

Rabu, 15 Juni 2016 — 15:20 WIB
Pedagang parsel protes kepada petugas agar diizinkan jualan di Jl. Cikini, Menteng, sampai Lebaran. (Joko)

Pedagang parsel protes kepada petugas agar diizinkan jualan di Jl. Cikini, Menteng, sampai Lebaran. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jengkel terhadap ulah pedagang parcel, karena kembali berjualan di trotoar Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya jengkel banget sama mereka. Masih saja nekat berjualan di trotoar sehingga bikin macet semuanya,” ujarnya di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (15/6).

Menurutnya, keberadaan mereka tahun lalu sudah direlokasi ke tempat nyaman yakni Jalan Penataran, Menteng. “Eh, sekarang mereka balik lagi ke Cikini, jualan di trotoar. Ngelunjak. Ibarat dikasih kaki minta paha,” tandas Ahok sambil memerintahkan Walikota Jakpus untuk menertibkannya.

Menurutnya, jika mereka dibiarkan berjualan di trotoar, akan menarik pedagang lainnya ikutan.  “Mereka harus masuk lagi ke dalam. Kasihan pedagang yang patuh di dalam, kalah bersaing sama mereka yang nekat mencegat pembeli di trotoar. Harus ditertibkan,” tegas Ahok. Tidak sulit menertibkan mereka, jumlahnya gak sampai 70 pedagang.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin langsung memimpin penertiban di lokasi yang berada di kawasan Stasiun KA Cikini. Ia minta pedagang akan menaati kesepakatan tahun 2015 yang mana berjualan di Jl Penataran. “Kalau gak mau pindah, terpaksa kami bertindak tegas,” tandas Arifin.

Ali Yusron, kordinator pedagang parsel mengatakan,  pihaknya minta toleransi agar diizinkan berjualan di Cikini selama dua minggu ke depan.

“Kami memang salah, tapi kami mohon dikasih waktu. Kami janji, setelah Lebaran kami balik lagi ke dalam,” tandasnya. Namun permohonan ini ditolak petugas dan pedagang harus meninggalkan lokasi. Tapi hingga berita ini diturunkan pedagang masih bertahan di lokasi. (Joko/win)