Wednesday, 26 September 2018

Satu Bayi Kembar Hilang di Rumah Sakit

Rabu, 15 Juni 2016 — 21:21 WIB
Raudiah Elva Ningsih, 37,  di Komnas PA

Raudiah Elva Ningsih, 37, di Komnas PA

JAKARTA (Pos Kota) – Bayi hilanga saat melahirkan di rumah sakit, seorang ibu mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Rabu (15/6). Ia berharap sindikat perampasan anak tersebut ditangkap.

Raudiah Elva Ningsih, 37, di Komnas PA mengaku, salah satu bayi kembarnya yang hilang, saat proses melahirkan. Perempuan yang ‘seharusnya’ melahirkan dua anak itu, hanya menerima satu bayi dari rumah sakit yang berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Diceritakan Raudiah, hal tersebut terjadi pada 7 Mei 2016 lalu, saat dirinya masuk ke RS tersebut. Pasalnya, meski sebelumnya hasil USG di dua rumah sakit dan satu puskesmas ibu ini dinyatakan hamil gemeli (kembar), namun hanya seorang bayi yang ia terima. “Anak saya yang satu lagi nggak tahu kemana,” katanya, Rabu (15/6).

Menurutnya, pada 8 Mei, ia melahirkan dengan cara sesar. Saat masuk ruang operasi, Raudiah ditangani lima tim medis termasuk dokter. Namun setelah selesai, Raudiah kaget karena ia hanya menerima satu bayi. “Saya yang merasakan anak saya didalam rahim ada dua, kenapa hanya satu yang diberikan ke saya,” ujar Raudiah.

Padahal, lanjut Raudiah, ia telah menyiapkan dua nama untuk bayinya yakni Callyta Yuzira Silva dan Callya Razeena Kivah. Saat itu, pihak dokter menyatakan Raudiah hanya punya satu bayi. “Waktu ditanya salah satu asisten dokter malah marah-marah sama saya dan mengatai saya,” ungkapnya.

Pasca melahirkan, kegelisahan Raudiah terus semakin menjadi. Sebab, hasil USG Puskesmas Jatipadang, Pasar Minggu, tanggal 5 Januari 2016 menyatakan, ia berstatus hamil dengan bayi kembar atau gemeli. Selain itu, hasil USG di RSUD Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur tanggal 22 Maret 2016, yang menyatakan hal yang sama. “Dalam surat (pengantar) yang dikeluarkan dari RS HJ juga menyatakan hal kalau saya gemeli,” ujar Raudiah.

TINDAKLANJUTI

Terkait hal tersebut, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya akan membantu si ibu untuk mengecek hal tersebut. Terlebih, dari keterangan Raudiah, info dari tim dokter ternyata mengatakan ia cuma punya satu bayi dan mengatakan kalau yang satu hanya ari-ari besar. “Dari keterangan itu akan kami jadikan informasi awal atas kasus tersebut,” ujar Arist.

Dikatakan Arist, meski kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Timur, namun, pihak kepolisian masih belum bertindak. Kini Raudiah mendapat pendampingan dari Komnas PA untuk kasusnya tersebut. “Kami akan terus mengawal kasus ini untuk mendapatkan titik terang dari hilangnya bayi yang baru dilahirkan tersebut,” ungkapnya. (Ifand)