Friday, 19 July 2019

UMUM TIDAK KHUSUS

Rabu, 15 Juni 2016 — 6:02 WIB

“WAH, nggak terasa sekarang puasa sudah hari ke sepuluh,” kataku.

“Iya, sepertiga bagian bulan Ramadhan sudah kita lalui. Mudah-mudahan kita dapat melaksanakannya sampai akhir,’’ kata Soleh.

“Memang udaranya juga mendukung. Bahkan terkadang ada hujan. Ini patut kita syukuri. Sebab di tempat lain ada yang waktunya lebih lama dan panas lagi, kayak di London,” kata Lukman.

“Aku pernah alami waktu nonton Piala Dunia di Spanyol tahun 1982. Panasnya lumayan, matahari surut sebelum pukul 9 malam. Tapi ni’mat rasanya,” kataku.

“Iya lah. Semua tergantung diri kita. Sama dengan haji. Kalau kita merasa panas, akan terasa panas. Tapi kalau kita merasa biasa, nggak terasa panas,” kata Soleh.

“Kita senang juga dengan puasa ini. Lihat saja, dimana-mana banyak yang dagang makanan untuk buka puasa. Biasanya mana ada,” kata Lukman.

“Cuma yang dagang jangan main-mainlah,” kataku.

“Maksudmu apa?” tanya Soleh.

“Ya dagang yang baik saja. Jangan dagangannya dicampur macam-macam. Katanya ada yang ditemukan campur boraks. Pewarnanya juga pakai pewarna untuk tekstil. Pakai daun-daunan saja kenapa sih,” jawabku.

“Didoakan saja mereka yang dagang pakai campuran begitu, nggak laku,” kata Lukman.

“Katanya habis Lebaran, DKI mulai lagi menggusur beberapa lokasi untuk mencegah banjir. Rumah susunnya harus sudah disiapkan, sehingga mereka dapat ditampung,” kata Soleh.

“Bukan saja rumah susunnya, tapi juga yang lain,” kataku.

“Maksudmu?” potong Lukman bertanya.

“Ya dibikin juga ada pasar sama sekolah,” kataku.

“Betul juga. Jadi kalau ibu-ibu mau belanja nggak jauh-jauh. Anak-anak yang sekolah juga begitu. Nggak kemana-mana lagi. Kalau kemana-mana lagi kan biaya,” kata Soleh.

“Sekolahnya juga sekolah umum,” kata Lukman.

“Ya lah, sekolah umum, masa sekolah khusus,” kata Soleh.

“Ya, kenapa nggak Dinas Pendidikan saja yang bikin,” kataku.

“Kalau ada swasta yang mau kan nggak soal,” kata Lukman.

“Boleh saja, tapi harus sekolah umum, bukan sekolah agama,” kataku.

“Kalau penghuni umumnya dari satu agama, kan nggak salah,” kata Soleh.

“Maka itu, sebaiknya sekolah umum saja kayak Sekolah Dasar Negeri yang lain,” kataku.

“Kupikir Ahok lebih tahu itu,” kata Lukman. (lubis1209@gmail.com)