Friday, 19 October 2018

Daud Yordan Bidik Gelar Juara Dunia

Kamis, 16 Juni 2016 — 7:36 WIB
Daud Yordan (kanan) terus giar berlatih dan mimpi jadi juara dunia lagi

Daud Yordan (kanan) terus giar berlatih dan mimpi jadi juara dunia lagi

JAKARTA (Pos Kota) – Petinju andalan Indonesia, Daud Yordan, mengaku sudah tidak sabar merebut gelar juara dunia kelas ringan WBA setelah petinju asal Kalimantan Barat ini berada di peringkat pertama. Petinju yang akrab disapa ‘Cino’ ini akan digembleng di Sasana Kayong Utara selama persiapan untuk membidik target berikutnya.

Cino memastikan diri sebagai juara WBA internasional setelah mengalahkan petinju asal Argentina, Cristian Rafael Coria di Uruguay, pekan lalu, dengan kemenangan angka mutlak meski pada ronde pertama sempat dijatuhkan lawan.

“Target saya selanjutnya adalah juara dunia setelah memegang sabuk WBA Internasional. Perebutan juara dunia dijadwalkan digelar akhir tahun ini,” kata Cino kepada media setelah bertemu anggota DPD RI Nono Sampono di Jakarta, kemarin.

Demi merealisasikan target tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada promotor dalam hal ini Mahkota Promotion untuk mengurus semuanya, termasuk siapa calon lawan, waktu pelaksanaan hingga lokasi pertandingan bergengsi ini digelar. “Ke depan manajemen akan membahas pertandingan berikutnya. Untuk saat ini saya akan kembali fokus latihan,” jelas petinju asal Sukadana, Kalimantan Barat tersebut optimistis.

Latihan di Sasana Kayong Utara akan dilakukan intensif, mengingat lawan yang akan dihadapi untuk merebut gelar juara dunia akan jauh lebih berat. Program latihan dilakukan mulai awal bulan depan. Ada tiga petinju yang berpeluang ditantang Cino, yakni juara kelas ringan WBA Anthony Crolla, juara dunia kelas ringan versi WBC, Jorge Linares serta berpeluang naik ke kelas super ringan untuk menantang juara dunia WBA, Ricky Burns.

Sementara itu, mantan ketua PB Pertina yang juga anggota DPD RI Nono Sampono mengatakan, Daud Yordan merupakan petinju terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Apalagi kemunculannya tepat di saat Indonesia paceklik prestasi olahraga di tingkat internasional. “Prestasi Daud Yordan kami harapkan bisa menjadi perangsang bagi pemuda Indonesia untuk berprestasi internasional. Tidak hanya untuk olahraga saja, namun prestasi-prestasi bidang yang lain,” ungkapnya.(junius)