Monday, 12 November 2018

Hendak Tawuran, Tiga Pelajar Bawa Sajam Diamankan

Kamis, 16 Juni 2016 — 11:40 WIB
Kanit Reskrim Sawangan Iptu Sudiri menyita dua buah celurit yang akan digunakan tawuran sebagai barang bukti. (Angga)

Kanit Reskrim Sawangan Iptu Sudiri menyita dua buah celurit yang akan digunakan tawuran sebagai barang bukti. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Anggota Reskrim Polsek Sawangan mengamankan pengendara motor tiga pelajar kedapatan membawa senjata tajam di pertigaan Jalan Raya Parung – Bojongsari, Kota Depok, Rabu (15/6) sore. Barang bukti senjata tajam jenis celurit ditemukan dari penggeledahan badan pengendara diduga hendak tawuran.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan mengungkapkan ketiga pelajar berhasil diamankan anggota Reskrim Polsek Sawangan ketika sedang mengendarai motor, sesampai di pertigaan Bojongsari, polantas Aiptu Syaiful Bachri menghentikan motor tersebut.

“Berawal ketika motor pelaku berboncengan tiga orang anggota polantas melihat langsung diberhentikan. Setelah dicek surat-surat tidak bisa menunjukan dan melakukan penggeledahan ditemukan celurit,”ujar Kapolres kepada Pos Kota, Kamis (16/6) siang.

Perwira jebolan Akpol 1995 pernah menjabat Kapolres Subang dan Kuningan ini mengatakan petugas polantas tersebut langsung membawa motor Honda Vario B 6958 ZDK beserta tiga pelaku ke Polsek Sawangan.”Dugaan celurit yang dibawa akan digunakan untuk tawuran,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Sawangan, Kompol Siti Nurhayati mengatakan dari ketiga pelajar SMA yang diamankan dua diantaranya terbukti membawa celurit.

“Kedua pelaku masih berstatus pelajar SMK swasta di Depok,”katanya didampingi Kanit Reskrim Polsek Sawangan Iptu Sudiri di ruang kerjanya.

DUGAAN

Menurut Kapolsek ada kemungkinan para pelaku ada dugaan merupakan kelompok yang membacok pelajar SMA Gusti Sandi Galistan,17, di persimpangan Pengasinan Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Selasa (14/6) sekitar pukul 03:00. Saat itu para pelaku berjumlah 9 orang mengendarai 3 unit motor tiba-tiba menyerang korban yang sedang menghentikan motor di pinggir jalan langsung menyabetkan celurit mengenai tangan korban.

“Luka bacok cukup parah di tangan korban mencoba menangkis celurit, korban masih dalam perawatan itensif RS.Fatmawati,”ungkapnya.

Kepada kedua pelaku yang terbukti membawa celurit, lanjut Kapolsek, akan diproses hukum. Sedangkan bagi seorang temannya yang tidak terbukti hanya mengendarai motor akan dijadikan saksi.

“Anggota penyidik masih mendalami BAP kedua pelaku yang kedapatan membawa sajam terkait kasus pembacokan pelajar Gusti, ada dugaan kuat pelaku satu komplotan yang menyerang korban,”tutupnya.

“Sementara kedua pelaku TR dan MS dikenakan Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam dimuka umum ancaman hukuman lima tahun.”

(angga/sir)