Wednesday, 14 November 2018

Panitera Ditangkap KPK, Hakim Ketua Sidang Saipul Jamil Menangis

Kamis, 16 Juni 2016 — 18:51 WIB
Hakim yang mengadili Saipul Jamil  (santosa)

Hakim yang mengadili Saipul Jamil (santosa)

JAKARTA (Pos Kota)- Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara Saipul Jamil yang juga wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dr. Ifa Sudewi SH MH tampak shoc dan menangis mengetahui panitera pengganti R ditangkap KPK dan dikaitkan dengan perkara yang sudah divonisnya.

“Saya malu karena besok saya mau dilantik jadi Ketua Pengadilan Tinggi Sidoarjo, tiba-tiba diakhir tugas saya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara ini ada panitera yang ditangkap yang terkait kasus Saipul Jamil yang saya tangani,” kata Ifa Sudewi.

Ketika ditanya kenapa diputus 3 tahun padahal tuntutan 7 tahun atau vonis lebih rendah dari tuntutan jaksa, Ifa menjelaskan bahwa dalam dakwaan Saipul Jamil ada tiga pasal yang dakwakan antara lain UU Perlindungan anak, kekerasan dan pelecehan seksual.

Dari proses persidangkan terbukti bahwa terdakwa melakukan pelecehan seksual dengan anak tetapi tidak ada unsur kekerasannya dan dilakukan suka sama suka.

“Sehingga kami para hakim memutuskan benar ada kasus pelecehan seksual tapi dilakukan bukan dengan kekerasan, sehingga kami memutus terdakwa hanya dengan 1 pasal saja yakni 292 KUHP dimana bunyinya antara lain ancaman sanksi bagi pelaku tindak pidana homoseksual pidana penjara ancaman 5 tahun,” katanya. “Sedangkan dua pasal lainnya paksaan/kekerasan dan uu perlindungan anak tidak kami kenakan.”

Dalam Sidang Saiful Jami tidak seperti biasanya ditangani oleh lima hakim, padahal biasanya dalam satu sidang hanya 3 hakim saja yang menangani. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara justru dengan lima hakim maka pengawasan untuk adanya unsur suap sulit terjadi.
(BACA : Terduga R, Panitera PN Jakut Dikenal Dermawan)

Kendati yakin dirinya tidak menerima suap, namun Ifa mengaku siap kapan saja dipanggil KPK jika diminta datang. “Masak ada sih perkara diputus baru ngasih duitnya belakangan,” katanya.

Sementara itu Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel meja Panitera
Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan inisial ‘R’ yang terkena operasi tangkap tangan (OTT).

Meski sudah disegel, petugas KPK belum mencari berbagai berkas. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi‎, membenarkan bahwa pihak penyidik KPK mendatangi Kantor PN Jakarta Utara pada pukul 16.30 WIB Rabu sore hendak memasang garis ‘KPK Line’ di meja kerja panitera pengganti R dan sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala PN Jakarta Utara.

Ia mengungkapkan, penangkapan terhadap ‎R dilakukan oleh KPK sekitar pukul 10.30 WIB di depan Kampus Universitas 17 Agustus 1945 di Jalan Sunter Permai Raya, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (dwi)