Monday, 22 October 2018

Komunitas LGBT Gelar Aaksi yang Jarang Terjadi di Dili

Jumat, 17 Juni 2016 — 22:55 WIB

TIMOR LESTE – Komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau LGBT Timor Leste menggelar aksi di ibukota Dili dalam acara yang disebut Free To Be Me 2016 atau Bebas Menjadi Saya, Jumat 17 Juni.

Aksi seperti ini tergolong langka di negara yang memisahkan diri dari Indonesia lewat referendum tahun 1999 lalu, yang mayoritasnya penduduknya merupakan umat Katolik.

Namun selama ini mereka terus berupaya untuk menghilangkan diskriminasi terhadap kaum gay dan lesbian dan mensosialisasikan HIV/AIDS, seperti dilaporkan Amito Konusere Arauj dari Dili untuk BBC .

Pegiat komunitas LGBT, Mariano da Silva Nunes, mengatakan Free To Be Me 2016 ingin menunjukan kepada seluruh masyarakat Timor Leste bahwa kaum LGBT merupakan sesama manusia yang mempunyai hak hidup.

“Hidup sebagai seorang LGBT, memang sulit untuk menghadapi dengan lingkungan, karena masyarakat menpunyai pikirin yang bermacam-macam terhadap kita, tetapi kami berusaha untuk berbuat yang baik,” kata Mariano atau Lala di sela-sela acara Free To Be Me 2016.

Dia menambahkan komunitas yang dipimpinnya kini telah menpunyai anggota sebanyak 600 lebih.

Seorang peserta aksi yang berasal dari Indonesia, Yoga Putra, mengharapkan hendaknya masyarakat tidak menilai mereka dari penampilan yang berdasarkan kebencian.

“Kenali orangnya dulu, baru kita bisa menilai,” tambahnya.(BBC)